Selasa, 20 September 2011

Sport Shoes as the Major Products of Shoes

I believe many of us are aware of the important of a shoe. Shoe is important to protect your feet from any kind of surfaces that will be able to hurt your feet. It is also help you to be able to keep walking in a surface that able to slip you. Shoe is also able to make your appearance to be more liking for the people’s eyes. Not to mention about the technology of shoes that is developed solely for making you to be able to work out and do exercise without have to feel sore in the end of the practice. Nowadays many major brands of shoes are making a hit and make people have to some large amount of money in order to possess them.
What makes many major brands of shoes to be able to set a high standard of price for their products is because they are produce and invent many sport shoes which eventually use many sports stars in order to promote their sport shoes to people.

Therefore there are many kind of sport shoes in the market that allow you to feel what kind of sport shoes that is wear by the sport stars. Not only that, we can also experience the technology inside the sport shoes. The latest technology will be able to make you to feels like walking in a feather since they are so lightweight and some of them allow you to jump a lot higher and also further.

The best way to get sport shoes is by having an internet that will allow you to surf the internet quickly in order to look for some samples of price that you can compare between one online merchant to another merchant. Therefore you will be able to decide the best price that you can get which is definitely a lot cheaper than the price in the common store. Not to mention that it is obviously convenient to be able to buy something from your house and do not have to go outside. Other than that, the only thing that you have to aware of is that there are many fake sport shoes in both market and internet, therefore it is important to check carefully.

Kekurangan Enzim Pencernaan

Bila kita sehabis makan malah kembung dan malah diare maka ada kemungkinan itu karena kekurangan enzim pencernaan. Banyak orang mengira ini adalah sekedar masuk angin biasa atau malah banyak orang yang mencurigainya sebagai sakit maag. Ini bukanlah sakit maag, seba sakit maag disebabkan oleh kebanyakan asam lambung yang diproduksi oleh lambung sehingga mengakibatkan perut jadi perih dan mual. Sedangkan yang ini lebih disebabkan oleh kurang lebih gagalnya lambung dalam memecah atau mencerna zat-zat seperti protein, karbohidrat dan lemak.

Akibatnya maka usus harus bekerja keras menyerap sari makanan yang belum tercerna dengan baik sehingga malah gagal menyerap zat-zat nutrisi tersebut. Dan rasanya adalah kembung, mulas dan mencret. Jadi makanan akan berada terlalu lama di dalam lambung sehingga malah menimbulkan gas yang mengakibatkan kembung dan sebah. Sehingga akhirnya makanan akan terbuang dengan percuma dan berakibat diare.

Penyebab dari kekurangan pasokan enzim pencernaan ini ada empat yang utama. Yaitu terlalu seringnya makan yang berlebihan dan berlemak.

Dan selanjutnya adalah karean factor usia yang bertambah. Biasanya di usia sekitar 30 hingga 35 tahun. Sebab di usia demikian maka produksi enzim pencernaan secara otomatis sudah menurun.

Juga karena pola makan yang buruk. Seperti makan terlalu sering secara terburu-buru. Atau kurang memperhatikan gizi yang benar dari makanan uyang sering kita konsumsi setiap harinya.

Dan juga karena akibat dari sakit Maag. Sebab sakit maag secara otomatis mengakibatkan problem pada system pencernaan.

Perbedaannya antara sakit maag dengan sakit karena kurang enzim pencernaan adalah bila sakit maag terasa nyeri di ulu hati dan sakitnya karena telat makan. Sedangkan bila sakit perut karena kurang enzim pencernaan maka sakitnya terjadi setelah makan. Dan sebagai ciri khasnya adalah seringnya bersendawa.

Jadi mulailah untuk mempunyai pola makan yang sehat serta mengkonsumsi suplemen enzim.

Senin, 19 September 2011

Seni Kerajinan Melukis Kaca

Seni melukis kaca ini sebenarnya melukis biasa namun di atas media kaca bening datar dan bukanlah di atas media kanvas lukis. Hanya saja cara melukisnya terbalik, jadi pemandangan lukisan yang bisa dinikmati oleh pengamat adalah bagian yang sebaliknya dari bidang yang ditorehkan lukisan.

Cat yang digunakan juga haruslah cat yang sejernih mungkin sehingga bila ditembus oleh cahaya tidak terlihat gumpalan-gumpalan catnya yang menumpuk. Untuk itu bisa digunakan cat minyak yang diencerkan dengan baik atau pun cat akrilik, karena kedua jenis cat tersebut bisa menempel pada bermacam-macam bidang, dan tidak hanya di atas kanvas saja.

Pertama-tama disiapkan kaca dengan ketebalan sedang yang tidak mudah retak bila kena tekanan tangan dari si pelukisnya. Kemudian si pelukis menggambarkan sketsa pada kertas yang sudah dipotong seukuran luas kaca tadi. Setelah sketsa jadi kemudian pelukis menempelkan kertas bergambar sketsa tadi ke permukaan kaca yang akan dilukis. Biasanya dia punya penjepti khusus atau diletakkan di atas meja gambar dan diganjal agar kaca tidak melorot bila dimiringkan. Posisi kaca berada di atas kertas sketsa tadi dengan gamabar sketsa kelihatan menghadap ke atas.

Lalu dengan menggunakan spidol permanen si pelukis menjiplak dan mengikuti jalannya garis sketsa tadi di atas permukaan kaca. Setelah gambar jadi dan lengkap maka pelukis mulai mengisikan warna pada gambar tersebut dengan panduan sketsa yang ada dibawah kaca tersebut. Maka jadilah lukisan kaca tersebut namun bisa dinikmatinya dari sisi yang sebaliknya yaitu sisi yang halus yang bukan ditorehi gambar dan warna oleh pelukis, dan bisa dibingkai atau di pakai sebagai jendela dekoratif. Sebab bila tertembus cahaya maka seolah-olah lukisan tersebut menyala terang. Dan bila dibingkai bisa juga di dalam kotak bingkai tersebut ditanamkan lampu sehingga lukisan tersebut bisa menyala terang. Biasanya gambar yang dilukiskan pada lukisan kaca ini adalah gambar ornamen dekoratif, seperti bunga-bungaan, kupu-kupu, tokoh wayang kulit, ukir-ukiran tradisional ataupun tribal berwarna. Namun bila ingin membuatkan lukisan realis atau naturalispun juga bsa tetapi karena jenis lukisan yang demikian ini banyak warna campurannya maka si pelukis haruslah pandai-pandai dalam mencampurkan warna sehingga di bagian-bagian yang banyak campuran warna ini bila tertembus cahaya jangan sampai terlihat gumpalan-gumpalan yang justru menghalangi cahaya sehingga kelihatannya jadi berubah warna. Sebaiknya dihindarkan cara penumpukan warna dan sebaiknya digunakan pencampuran warna di atas palet sampai merata dan encer dan barulah dioleskan di atas kaca sehingga warna campuranpun tetap terlihat bening ketika tertembus cahaya.

Sabtu, 17 September 2011

Tips. TBC kah anak saya?

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Penularan TB melalui udara dan percikan liur (droplet), atau melalui minuman (susu). Orang dengan TB yang batuk, maka percikan ludahnya terhirup dan masuk ke saluran napas. Atau orang tersebut meludah di sembarang tempat, mengering, lalu terbawa oleh udara dan terhirup oleh anak.

Kuman yang masuk ke saluran napas akan menyebar ke seluruh tubuh, seper­ti selaput otak, hati, ginjal, dan tulang (butuh waktu). Kuman akan berdiam diri, dan siap beraksi mana kala kondisi anak tidak fit. Masuknya kuman sampai menimbulkan sakit memerlukan waktu inkubasi sekitar 2-12 minggu. Artinya, jika anak tertular kuman, maka butuh waktu 2-12 minggu untuk menjadi sakit.

Bagaimana gejalanya?

  • berat badan anak tidak naik atau bahkan cenderung turun, meskipun makan banyak
  • panas lama tanpa sebab yang jelas. Pastikan bahwa itu bukan karena malaria atau tifus Orangtua biasanya mengeluhkan anaknya demam yang tidak terlalu tinggi tapi sepanjang hari
  • nafsu makan turun
  • batuk lama tanpa sebab yang jelas
  • berkeringat pada malam hari

Selain gejala di atas, ada beberapa tanda lain pada penderita TB, antara lain pembesaran kelenjar getah bening, tonjolan pada tulang belakang, pincang karena kerusakan sendi panggul, dll.

TB kah anak saya?

Memang tidak mudah mendiagnosa TB pada anak, karena sulit mendapatkan kuman M. tuberculosis di dalam dahak anak. Karenanya dibutuhkan data penunjang seperti di atas. Kemudian baru dilakukan skrining dengan uji Mantoux (uji tuberkulin), foto Rontgen dada, dan pemeriksaan laboratorium. Bila uji Mantoux positif, kemungkinan anak sudah pernah terinfeksi kuman TB atau bahkan sakit, atau bisa juga karena pengaruh BCG.

Uji Mantoux positif belum berarti anak positif TB. Mantoux positif bila diameter indurasi (tonjolan setelah suntik) lebih atau sama dengan 10mm). Artinya anak pernah kontak dengan tuberkulin yang bisa saja ada pada BCG, kuman TB maupun kuman mikobakterium atipik (sejenis kuman TB). Tes Mantoux perlu diperkuat dengan gejala klinis, laboratoris, dan pemeriksaan Rontgen.

Pengobatan TB

Membutuhkan waktu relatif lama (minimal 6 bulan) dan obat minimal 2 macam. Obat harus diminum se­tiap hari (tidak boleh lupa). Karena­nya dibutuhkan pengawasan yang ketat oleh orang yang disegani. Ke­gagalan pengobat­an biasanya karena faktor bosan Sete­lah pengobat­an 1-2 bulan, biasanya berat badan akan naik, tidak ada demam, dan nafsu makan membaik. Itu sebabnya, ada salah persepsi sehingga konsumsi obat tidak disiplin lagi. Padahal ini sangat membahayakan kare­na kumannya jadi resisten (kebal). Akibatnya, pengobat­an menjadi lebih rumit dan kompleks.

Bersumber dari : www.anakku.net
Ditulis oleh : Hardiono Pusponegoro ( Dokter Spesialis Anak, Konsultan Saraf Anak. Bekerja di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RS Dr. Cipto Mangunkusumo. Praktek di Klinik Anakku Kelapa Gading. Founder Klinik Anakku Check My Child dan Sekolah Anakku. Juga menjadi pimpinan redaksi Majalah Anakku.)

Bayi Rawan Bahaya Terhadap Pengharum Ruangan

Kabarnya bayi sejak masih janin di dalam kandungan sangat rentan terhadap pengharum ruangan. Secara kimiawi zat-zat yang terkandung di dalamnya katanya bisa mengganggu dan menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan.

Sementara itu pada bayi yang sudah lahir konon teresiko terhadap paparan langsung dari pengharum ruangan. Sebab katanya bisa terserap ke dalam kulit bayi dan bisa teredar langsung di dalam darah. Seperti misalkan kamper yang bisa mengakibatkan peningkatan kadar zat bilirubin di dalam darah bayi. Hal itu bisa mengakibatkan gangguan pada system saraf pusat.

Sehingga bila masih ada ibu hamil atau bayi ataupun balita maka sebaiknya hindarkan penggunaan pengharum ruangan yang secara berlebihan. Namun sebagai gantinya kita gunakan benda penyerap bau saja. Seperti contohnya karbon aktif dan silica gel Dan untuk sebagai pewanginya atau pengharum ruangannya maka kita bisa gunakan pengharum ruangan alami seperti ekstrak tumbuh-tumbuhan wangi seperti ekstrak bunga-bungaan atau buah-buahan yang kita teteskan pada sebuah gumpalan kapas. Bisa juga ekstrak tersebut kita uapkan dengan air panas atau kita campur dengan alcohol atau spirtus sehingga aroma harumnya akan menyebar ke mana-mana.

Dan bila bahan penyerap bau tak sedap tersebut sudah jenuh maka kita masih bisa aktifkan dia kembali. Caranya yaitu bisa kita panaskan lagi di oven dengan suhu 105 derajad Celcius.

Kamis, 15 September 2011

Skrining untuk mengetahui autisme

Bila anak mengalami gejala yang mengarah ke Autisme, jangan tunggu. Segera cari pertolongan. Terapi sebaiknya dilakukan walau diagnosis belum ditegakkan dengan pasti. Bila terapi dilakukan sejak dini, hasilnya akan jauh lebih baik dibandingkan bila anak sudah berumur 5 tahun lebih.

Untuk mengetahui gejalanya, jawab saja pertanyaan pada skrining berikut. Pengalaman saya menunjukkan bahwa skrining ini sangat bermanfaat untuk menguatkan kecurigaan autisme. Harus diingat bahwa instrumen ini hanya berfungsi sebagai skrining. Untuk menegakkan diagnosis harus dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap.

Pervasive Develpmental Disorder Screening Test – II

Untuk anak berumur 12-24 bulan

  • Apakah anak anda sering terlihat bosan atau tidak berminat terhadap pembicaraan atau suatu aktivitas di sekitarnya?
  • Apakah anak anda sering mengerjakan suatu pekerjaan atau bermain dengan suatu benda, yang dilakukannya berulang-ulang dalam waktu yang lama, sehingga anda merasa heran mengapa anak seumurnya dapat berkonsentrasi sangat baik?
  • Apakah anda memperhatikan bahwa anak anda dapat sangat awas terhadap suara tertentu misalnya iklan di TV, tetapi seperti tidak mendengar suara lain yang sama kerasnya, bahkan tidak menoleh bila dipanggil?
  • Apakah anda merasa bahwa perkembangan anak (selain perkembangan kemampuan berbicara) agak lambat (misalnya terlambat berjalan)?
  • Apakah anak anda hanya bermain dengan satu atau dua mainan yang disukainya saja hampir sepanjang waktunya, atau tidak berminat terhadap mainan sama sekali?
  • Apakah anak anda sangat menyukai meraba suatu benda secara aneh, misalnya meraba-raba berbagai tekstur seperti karpet atau sutera?
  • Apakah ada seseorang yang menyatakan kekuatiran bahwa anak anda mungkin mengalami gangguan pendengaran?
  • Apakah anak anda senang memperhatikan dan bermain dengan jari-jarinya?
  • Apakah anak anda belum dapat atau tidak dapat menyatakan keinginannya, baik dengan menggunakan kata-kata atau dengan menunjuk menggunakan jarinya?
  • Apakah anak anda tampaknya tidak berminat untuk belajar bicara?
  • Apakah anak anda seperti tidak mempunyai rasa takut terhadap benda atau binatang yang berbahaya?
  • Bila anda mencoba menarik perhatiannya, apakah kadang-kadang anda merasa bahwa ia menghindari menatap mata anda?
  • Apakah anak anda suka digelitik dan berlari bersama, tetapi tidak menyukai bermain “ciluk-ba”
  • Apakah ia pernah mengalami saat-saat ia menjadi kurang berminat terhadap mainan?
  • Apakah ia menghindari atau tidak menyukai boneka atau mainan berbulu?
  • Apakah ia tidak suka bermain dengan boneka atau mainan berbulu?
  • Apakah ia terpesona pada sesuatu yang bergerak, misalnya membuka-buka halaman buku, menuang pasir, memutar roda mobil-mobilan atau memperhatikan gerakan air?
  • Apakah anda merasa bahwa kadang-kadang anak anda tidak peduli apakah anda berada atau tidak ada di sekitarnya?
  • Apakah kadang-kadang suasana hatinya berubah tiba-tiba tanpa alasan yang jelas?
  • Apakah ia mengalami kesulitan untuk bermain dengan mainan baru, walaupun setelah terbiasa ia dapat bermain dengan mainan tersebut?
  • Apakah ia pernah berhenti menggunakan mimik yang sudah pernah dikuasainya, seperti melambaikan tangan untuk menyatakan da-dah, mencium pipi, atau menggoyangkan kepala untuk menyatakan tidak?
  • Apakah anak anda sering melambaikan tangan ke atas dan ke bawah di samping atau di depan tubuhnya seperti melambai-lambai bila merasa senang?
  • Apakah anak anda menangis bila anda pergi, tetapi seperti tidak peduli saat anda datang kembali?

Jumlah jawaban “ya” untuk nomor ganjil ……….
Jumlah jawaban “Ya” untuk nomor genap ……….
Penafsiran

Bila ada 3 atau lebih jawaban “Ya” untuk nomor ganjil, anak harus diperiksa lebih lanjut untuk menentukan apakah ia mengalami autisme.
Bila ada 3 atau lebih jawaban “Ya” untuk nomor genap, anak harus diperiksa apakah ia mengalami gangguan perkembangan selain autisme.

Referensi : Siegel B. Pervasive Developmental Disorders Clinic and Laboratory, USA, 1999.

Bersumber dari : www.anakku.net
Ditulis oleh : Hardiono Pusponegoro ( Dokter Spesialis Anak, Konsultan Saraf Anak. Bekerja di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RS Dr. Cipto Mangunkusumo. Praktek di Klinik Anakku Kelapa Gading. Founder Klinik Anakku Check My Child dan Sekolah Anakku. Juga menjadi pimpinan redaksi Majalah Anakku.)

Metode Kerokan Baikkah untuk Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai orang Indonesia, tentu kita tidak asing dengan metode penyembuhan sendiri dengan cara menggosok tubuh dengan alat atau kerokan. Metode tradisional ini telah menjadi andalan banyak orang untuk mengatasi masuk angin, mual, atau tidak enak badan.

Meskipun terkesan tradisional, menurut ahli kedokteran olahraga dr Michael Triangto, Sp.KO, metode kerokan memang berkhasiat untuk menyembuhkan rasa tidak enak atau demam.

"Kerokan pada dasarnya adalah menipiskan kulit. Tindakan ini membuat panas tubuh mudah keluar sehingga suhu tubuh yang semula demam menjadi turun," kata dr Michael Triangto ketika ditemui dalam acara peluncuran produk koyo pereda nyeri otot di Jakarta, Selasa (13/9/2011).

Ia menambahkan, "hasil kerokan" sebaiknya tidak acak-acakan. "Baiknya jika (dilakukan) seperti motif tulang daun atau ikan karena bentuk serat otot memang demikian. Saat kerokan pun ada faktor penekanan sehingga seperti pemijatan. Hal ini akan memberi efek pemanjangan pada otot-otot yang memendek karena peradangan. Dengan begitu rasa pegal-pegal pun akan hilang," papar dokter yang berpraktik di klinik Slim and Health ini.

Kendati begitu, Triangto menekankan bahwa tidak semua orang cocok dengan metode penyembuhan alternatif yang satu ini. "Ada yang tidak suka karena kesakitan," imbuhnya.