Tampilkan postingan dengan label janin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label janin. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

7 Keajaiban Janin

Proses pembelajaran janin sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada trimester kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang Amphitheater yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia.Berikut keahlian-keahlian bayi yang sudah dimiliki sejak dalam kandungan, menurut Fred J. Schwartz, MD, ahli anestesi dari Piedmont Hospital in Atlanta, Georgia.

1. Kebiasaan Menghisap Jempol
Wajar jika kebanyakan bayi suka mengisap jempol, karena ternyata kebiasaan ini sudah dimulai sejak dalam kandungan. Refleks isap ini membantu bayi saat akan menyusu, maka ibu tidak perlu lagi memaksakan untuk menyodorkan puting. Keahlian mengisap jempol ini sudah mulai sejak minggu ke-19 karena otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik sehingga ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.

2. Kebiasaan Berenang
Sejak bayi di dalam kandungan ia sudah terbiasa berada di dalam air selama 9 bulan, yaitu cairan ketuban. Bayi sedang senang-senangnya berenang di usia kehamilan 20 minggu. Saat ini bayi sedang membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu, mungkin karena panjangnya baru separuh dari panjang lahir dan beratnya baru sekitar 340 gram sehingga ia masih punya banyak ruang untuk berenang.

3. Kebiasaan Cegukan

Saat hamil, terkadang ibu merasakan gerakan continu di satu bagian perutnya. Bisa jadi saat itu janin sedang cegukan. Hal ini biasanya dirasakan sejak kandungan menginjak minggu ke-25. Hal ini menandakan bahwa janin sedang berlatih pernapasan. Saat ini janin menghirup dan mengeluarkan air ketuban, ketika air ketuban yang tertelan terlalu banyak maka ia akan cegukan. Hal ini sesuatu yang wajar.

4. Mendengar
Banyak yang menyarankan ibu hamil sering-sering berkomunikasi dengan janin dalam kandungannya. Hal ini benar, karena meski masih di dalam kandungan, janin sudah dapat mendengar suara ibunya sendiri dan suara orang lain di sekitarnya. Saat melakukan USG 4 dimensi, selain memeriksa kelengkapan organ tubuh, dokter juga akan meminta janin melakukan sesuatu dan melihat respon si janin. Misalnya, ketika janin sedang menunduk, ketika dokter meminta ia menegakkan kepala, ternyata janin bisa mengikuti perintah. Jadi sebaiknya ibu hamil berhati-hati dalam berkata-kata karena janin juga bisa mendengar jika ibunya sedang marah-marah. Hal ini terbukti dengan reaksi perut yang langsung mengencang.

5. Membedakan Terang dan Gelap
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi sejak dalam kandungan 27-28 minggu sudah bisa membuka matanya, sehingga sudah bisa membedakan antara gelap dan terang. Bisa terlihat ketika dokter menempelkan senter di perut, ia bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim. Bahkan janin bisa mengedipkan mata jika menurutnya terlalu silau atau terang.

6. Mengekspresikan Diri
Sejak dalam kandungan janin ternyata sudah bisa mengekspresikan diri sesuai dengan yang sedang dirasakan ibunya. Jika ibu dalam keadaan bahagia, duduk santai sambil mendengarkan musik, maka janin juga akan merasakan kebahagiaan tersebut sehingga ia akan tersenyum. Sebaliknya, jika ibu sedang stres, maka janin akan menyengitkan dahi. Lihat saja pada potret USG 4 dimensi bayi Anda.

7. Belajar Dua Bahasa

Ternyata, bayi di dalam kandungan bisa belajar memahami bahasa yang sering ia dengar, bahkan hingga dua bahasa sekaligus. Dan kemampuan ini terbawa hingga mereka lahir. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Psychological Science, bayi yang terbiasa mendengar dua bahasa selama dalam rahim ibunya kelak akan lebih mudah belajar dua bahasa. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian psikolog dari Universitas of British Columbia dan Organization for Economic Cooperation and Development di Perancis. 
 

Bersumber dari : http://dranak.blogspot.com

Sabtu, 17 September 2011

Bayi Rawan Bahaya Terhadap Pengharum Ruangan

Kabarnya bayi sejak masih janin di dalam kandungan sangat rentan terhadap pengharum ruangan. Secara kimiawi zat-zat yang terkandung di dalamnya katanya bisa mengganggu dan menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan.

Sementara itu pada bayi yang sudah lahir konon teresiko terhadap paparan langsung dari pengharum ruangan. Sebab katanya bisa terserap ke dalam kulit bayi dan bisa teredar langsung di dalam darah. Seperti misalkan kamper yang bisa mengakibatkan peningkatan kadar zat bilirubin di dalam darah bayi. Hal itu bisa mengakibatkan gangguan pada system saraf pusat.

Sehingga bila masih ada ibu hamil atau bayi ataupun balita maka sebaiknya hindarkan penggunaan pengharum ruangan yang secara berlebihan. Namun sebagai gantinya kita gunakan benda penyerap bau saja. Seperti contohnya karbon aktif dan silica gel Dan untuk sebagai pewanginya atau pengharum ruangannya maka kita bisa gunakan pengharum ruangan alami seperti ekstrak tumbuh-tumbuhan wangi seperti ekstrak bunga-bungaan atau buah-buahan yang kita teteskan pada sebuah gumpalan kapas. Bisa juga ekstrak tersebut kita uapkan dengan air panas atau kita campur dengan alcohol atau spirtus sehingga aroma harumnya akan menyebar ke mana-mana.

Dan bila bahan penyerap bau tak sedap tersebut sudah jenuh maka kita masih bisa aktifkan dia kembali. Caranya yaitu bisa kita panaskan lagi di oven dengan suhu 105 derajad Celcius.