Tampilkan postingan dengan label sambal terasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sambal terasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2011

Gado gado depan pku

GADO-GADO 'DEPAN PKU'Ah, gado-gado. Rasa segar, gurih dan manis. Siang hari menikmati gado-gado, merasakan kesegaran sayuran, dan gurihnya bumbu kacang. Meski menikmatinya di tepi jalan, ramai kendaraan, dan tentu saja, terik matahari menyengat kulit, dan hanya duduk di kursi plastik. Warung yang menyediakan kuliner gado-gado dan lotek ini ada di depan PKU, atau RS. PKU jalan KH, Dahlan, Yogyakarta. Warung dorong ini, di kacanya bertuliskan ‘Depan PKU’.
Rupanya, warung ini sudah mempunyai pelanggan, sehingga secara bergantian pembelinya datang. Ada yang makan di warung. Ada yang pesan untuk dibawa pulang. Ternyata, warung ini sudah lama. Ibu Irwan sebagai penjual gado-gado dan lotek ini sudah 20 tahun, dan ketika itu anak-anaknya masih kecil. Sekarang, tentu saja anak-anaknya sudah dewasa.
Di jalan KH. Dahlan ada banyak warung, tepat di depan PKU, disebelah selatan jalan dan mengambil trotoar, gerobag GADO-GADO 'DEPAN PKU'dorong Ibu Irwan mengambil tempat. Di lokasi ini, sejak pukul 11 ibu Irwan sudah membuka warungnya, dan biasanya pukul 5 sore, warungnya sudah tutup.
Bumbu gado-gadonya terasa gurih, dan kental. Sayuran hijau, kentang, irisan tomat memberi rasa segar gado-gadonya. Selain ketupat sebagai pengganti nasi, sebutir telur sebagai kelengkapan lauk. Variasi lainnya, ada kerupuk dan emping. Jadi, rasa gurih kerupuk dan emping melengkapi kacang. Nyus..nikmatnya.
Kuliner Tembi, Sabtu siang (3/12) lalu mampir di warung ‘Depan PKU’. Dan baru sekali ini mencobanya’ Sebelumnya pernah mendengar warung ‘Depan PKU’ yang menyediakan kuliner lotek dan Gado-gado. Memesan satu porsi gado-gado, ternyata cukup banyak dan membuat kenyang. Kentang dan ketupat, ditimbun bumbu kacang dan dilengkapi sayuran, segera minta untuk disantap.
Seorang teman, Mustofa W Hasyim namanya, yang tinggal di GADO-GADO 'DEPAN PKU'Kauman, telah menjadi pelanggan. Atau setidaknya berulangkali makan di warung ini. Karena menurut Mustofa, gado-gado dan loteknya memang enak dan memberi rasa ‘kangen’ kalau lama tidak mencicipinya.
“Biasanya kalau saya memesan gado-gado memilih tidak pakai kubis dan emping” kata Mustofa.
Di Yogya memang mudah ditemukan warung-warung yang menyediakan kuliner lotek dan gado-gado. Ada warung lotek dan gado-gado yang membuka cabang di beberapa tempat. Tapi ada juga yang tidak membuka cabang dan hanya mengambil disatu lokasi, setidaknya seperti warung gado-gado ‘Depan PKU’.
GADO-GADO 'DEPAN PKU'Berapa harga satu porsi gado-gado?
Tidak terlalu mahal, atau sebut saja harganya cukup, apalagi memang rasanya nendang. Satu piring gado-gado cukup mengeluarkan uang Rp 10.000,-
Gado-gado ‘Depan PKU’ memang hanyalah salah satu dari sejumlah warung gado-gado dan lotek yang ada di Yogya. Artinya, warung sejenis itu, yang menyediakan lotek dan gado-gado tidak susah dicari. Dari lokasi di tengah kota sampai agak ke pinggir, bisa ditemukan kuliner serupa itu. Namun, meski kulinernya sama, tetapi rasanya bisa berbeda. Setidaknya, pada ramuan bumbu yang membuatnya berbeda.
Pada warung ‘Depan PKU’ ini, selain tersedia garam. Tersedia pula terasi, sehingga penjualnya tinggal mencuil sedikit terasi yang kemudian diulek bersama bumbu lainnya, yang agaknya membuat gado-gadonya mempunyai cita rasa yang membuat kangen.
Cobalah, kalau kebetulan melewati jalan KH. Dahlan, sempatkan mampir di warung dorong ‘Depan PKU’.
Ons Untoro

Bersumber dari : www.tembi.net

Selasa, 11 Oktober 2011

Kuliner Sate merangi di warung enak

SATE MERANGI DI 'WARUNG ENAK'Sate merangi sebenarnya kuliner sate sapi seperti pada umumnya, dinamakan sate merangi hanya untuk membedakan saja. Bahannya dari daging sapi. Bumbunya kecap, disertai lalapan irisan brambang, cabe, mentimun dan tomat. Sate dan kecap beserta bumbunya menyatu sehingga terlihat satenya ‘berlumuran’ kecap. Menggigit satu tusuk sate, dagingnya empuk. Tidak menyertakan gajih. Hanya daging sapi yang disajikan.
Kuliner ini bisa ditemukan di ‘Warung Enak’. Ya, namanya memang ‘warung enak’, agaknya bertusaha mensugesti orang untuk mampir sekaligus memberitahukan, bahwa kuliner di “warung enak’ memang enak untuk dinikmati. Lokasi warungnya juga mudah dicari. Tepatnya di jalan Pramuka, Melikan, Bantul. Satu kompleks dengan toserba ‘Purnama’.
Mungkin untuk menarik pengunjung, bangunan warungnya dibuat (seolah) eksotik. Bahan bangunan dari bambu, meski ada batu batanya ketika masuk di warungnya. Ruagannya luas SATE MERANGI DI 'WARUNG ENAK'dan terbuka, sehingga ada suasana lengang memasuki ruangan ‘warung enak’. Selain bisa memilih duduk di kursi, tersedia pula lesehan.
Pilihan kulinernya memang macam-macam, yang barangkali agak berbeda, ada satu kuliner yang mungkin di tempat lain belum ada, yakni ‘Gulu Sapi Bakar’. Kuliner lainnya bisa ditemukan di warung-warung yang lain. Hanya variasinya yang mungkin membedakan dari warung lainnya.
Pada sate merangi, yang kebetulan ‘kuliner Tembi’ memesannya, rasa pedas manis sangat terasa. Bahkan ada rasa asamnya sedikit. Satu porsi sate seharga Rp. 17.500 terdiri dari 5 tusuk sate. Satu tusuk ada 4 potongan daging. Jadi, ada 20 potongan daging pada 5 tusuk sate. Satu porsi belum termasuk sepiring nasi. Maka, perlu memesan nasi untuk menikmatinya. Selain itu, ada aneka jenis kuliner minuman yang tersedia. Termasuk aneka juice: juice guava, juice SATE MERANGI DI 'WARUNG ENAK'sirsak, juice mangga dan lainnya.
‘Warung Enak’ memang belum lama. Baru beberapa bulan yang lalu warung ini dibuka. Tepatnya bulan Agustus 2011. Sebut saja, untuk di Bantul, ‘Warung Enak’ merupakan salah satu pilihan kuliner yang lain. Karena, ada sejumlah kuliner lainnya yang sudah dikenal. Pada warung enak, nuansa bersih pada warungnya nampak kelihatan.
Kuliner tambahan lainnya yang disediakan berupa sambal, misalnya sambal rempah, sambal momand, sambal terasi dan sambal bawang’ Satu porsi sambal harganya Rp, 2.500,- Selain itu ada beberapa jenis kuliner nasi goreng, misalnya nasi goreng sea food, nasi goreng kambing, nasi goreng ikan jamal. Bermacam pilihan kuliner ini, rupanya upaya untuk SATE MERANGI DI 'WARUNG ENAK'menarik orang untuk datang.
Biasanya, yang banyak ditawarkan oleh warung-warung selama ini, adalah jenis daging iga sapi. Di ‘warung enak’, agaknya kuliner spesialnya berupa gulu sapi yang dimasak dalam beberapa jenis: ada gulu sapi bakar madu, gulu sapi bakar pedas, gulu sapi lada hitam. Pada menu gulu sapi, di list menu dijelaskan sebagai berikut:
“Daging leher atau gulu sapi sejatinya adalah bagian yang paling sehat dinikmati karena tidak berlemak, namun bertekstur keras. Dengan olahan resep khusus gulu sapi dapat disajikan empuk, lezat khas warung enak’.
Pada pilihan daging, kiranya yang menentukan kualitas dari kuliner ‘warung enak’. Kalau gajih disertakan pada sate misalnya, atau kuliner daging lainnya, bisa mengganggu konsumen, yang sudah mengurangi kolelstrol. Syukurlah hanya daging yang disertakan.
‘Warung Enak’, sebut saja, salah satu pilihan yang lain dari sejumlah kuliner yang sudah ada di Bantul. Mudah2an memiliki daya tahan panjang warung ini untuk terus melayani (calon) pelanggannya.
Ons Untoro

Bersumber dari : www.tembi.net