Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Agustus 2012
3 Kondisi Finansial yang Buat Istri Boleh Bohong Pada Suami
Jakarta - Bagi pasangan yang telah menikah, jujur mengenai masalah keuangan adalah sebuah keharusan. Namun ternyata survei dari Self magazine dan Today.com yang melibatkan 23 ribu orang dewasa, menemukan bahwa hampir setengah dari jumlah peserta itu pernah saling membohongi pasangan mengenai masalah finansial.
Tetapi, walau bagaimanapun pakar perkawinan menyarankan pasangan menikah untuk tidak menyembunyikan kondisi keuangan apapun agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Meski begitu, ada beberapa kondisi keuangan yang memperbolehkan sang istri berbohong kepada suami. Seperti yang dikutip dari Prevention International, ini dia tiga kondisi tersebut.
1. Memberikan Hadiah
Anda tak perlu mengatakan jumlah uang yang dihabiskan ketika mengadakan pesta ulang tahun atau hadiah untuk sang suami. Menurut Eleanor Blayney, pakar keuangan wanita Certified Financial Planner Board of Standards, "Selama Anda benar-benar memiliki uangnya." Pastikan Anda memiliki anggaran untuk hadiah ulang tahun, perkawinan atau kejutan liburan.
2. 'Mad Money'
Tambahkan pada daftar anggaran mengenai 'Mad Money' atau 'Uang Gila'. Jika ingin membeli sesuatu barang yang diidam-idamkan, maka itulah fungsi dari 'Mad Money'. Tetapi perlu digaris bawahi, sebaiknya uang ini bukanlah uang dari penghasilan suami tetapi uang dari hasil jerih payah Anda sendiri.
3. Pengeluaran Sendiri
Jika Anda dan pasangan sama-sama memiliki akun keuangan sendiri, tidak masalah apabila Anda berdua tak saling memberitahukan pengeluaran. Menurut Blayney, memiliki akun bank terpisah dapat meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Tetapi Anda juga perlu memastikan agar pengeluaran di akun pribadi Anda tidak akan merugikan pasangan di kemudian hari.
(eya/eya)
Bersumber dari : Eya Ekasari - wolipop
Rabu, 11 Januari 2012
Pilih Rumah Jangan Sembarangan Ah!
JAKARTA, KOMPAS.com — Sulit dan kian mahalnya harga sejauh ini semakin tidak menguntungkan posisi konsumen. Sebaliknya, pengembang, pialang properti, atau pemilik rumah yang akan menjual rumahlah yang justru merasa diuntungkan.
Banyak faktor sebagai acuan pemilihan tersebut tentunya. Rumah baru, rumah second, apartemen mewah, atau apartemen bersubsidi terus bertumbuhan.
Tentu saja, tidak ada pengembang, broker, atau penjual langsung, mau mengumbar sisi buruk atau nilai negatif pilihan rumah yang mereka tawarkan kepada Anda. Semuanya bagus, mulai lokasi dan akses yang strategis, lingkungan eksklusif, serta kelengkapan fasilitas yang dijanjikan selalu nyaman.
Sejatinya, hati-hati menilai dan bijak dalam mengambil keputusan merupakan hal penting buat Anda. Berikut ini merupakan beberapa langkah sederhana untuk membuat Anda semakin hati-hati dan lebih bijak lagi menentukan pilihan:
Lokasi Semakin banyak pilihan rumah, semakin baik untuk Anda memilih-milih. Sebagai langkah utama di awal perencanaan ini, dapatkan lebih dulu informasi dan data mengenai lokasi. Pertimbangkan kondisi di sekitar, semisal daerah banjir atau tidak, kumuh atau tidak, dan sebagainya. Berbekal pengetahuan lokasi itulah Anda bisa menentukan pilihan perumahan yang diidamkan.
Pengembang Buatlah diri Anda menjadi orang yang paling tidak mudah percaya pada siapapun, dalam hal ini adalah pengembang. Gali informasi sebanyak mungkin ihwal pengembang bersangkutan, khususnya dalam ketepatan waktu menyelesaikan pembangunan dan serah terima rumah dalam proyek-proyek sebelumnya. Ingat, banyak pengembang terjerat kasus hukum lantaran tak kunjung juga membangun rumahnya.
Bisnis adalah soal uang, tetapi bisnis juga soal kepercayaan. Artinya, dalam hal ini, jika Anda memutuskan memakai fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ketika Anda menyerahkan down payment, di situlah kepercayaan Anda terhadap pengembang langsung diuji. Sebaliknya, segala risiko dan konsekuensi dari kepercayaan pun sudah Anda persiapkan, mengingat, komitmen Anda dengan KPR adalah komitmen jangka panjang
Rencana Pengembang Identitas sebuah proyek perumahan ada pada tema dan masterplan-nya. Kelak, berdasarkan pengamatan Anda pada dua faktor itu, Anda mengerti betul harga rumah yang akan dibeli. Di daerah bisnis atau kawasan industri, harga beli dan jualnya tentu tinggi. Sementara itu, jika pilihan di kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan penyangga dan taman kota, harganya jauh lebih rendah.
Air Bersih
Persoalan ini bukan hal pertama, tetapi bisa sebaliknya, menjadi pertimbangan pertama Anda untuk urung membeli rumah dari pengembang. Di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya, misalnya, air saat ini menjadi persoalan yang tak juga kunjung beres.
Saat banjir datang, misalnya. Berlangganan air lewat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang selama ini cukup diandalkan, ternyata ketahuan sering kali bermasalah. Penggunaan air sumur atau jet pump juga belum tentu langgeng dengan baik, mengingat kasus-kasus pencemaran air sumur akibat limbah industri atau pasang laut.
Buruknya kualitas air sumur bisa mengganggu kesehatan, dan itu bisa berlangsung menahun sejak Anda menghuni rumah.
Fasilitas Umum
Usahakan memilih pengembang yang membangun fasilitas lengkapnya sejak awal Anda membeli. Ya, meskipun Anda harus membayar lebih besar, baik itu fasilitas umum atau sosial semisal listrik, telepon, tempat ibadah, dan sebagainya.
Memang, harga jual itu akan melambung lebih besar. Tidak lain, hal itu karena pengembang merasa pembangunan di awal tersebut berpotensi besar merugikan mereka lantaran harus mengeluarkan biaya tinggi di awal, sementara tidak ada jaminan uang kembali jika terjadi krisis ekonomi.
Umumnya, pengembang menawarkan perumahan sekaligus fasilitas pelengkapnya di awal Anda membeli, meskipun hal itu masih dalam tahap perencanaan. Ini yang harus Anda camkan! Karena pada kenyataannya, banyak kasus dan fakta terungkap tentang pengembang ingkar janji membangun fasilitas yang sudah dijanjikannya di awal dengan Anda.
Kualitas Manajemen Estate (ME)Kiranya penting bagi Anda mempertimbangkan aspek kualitas, baik kualitas fisik calon rumah Anda, akses jalan masuk dan keluar rumah, maupun lingkungan sekitar perumahan.
Intinya, lingkup ME yang mesti menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah, keberlangsungan fasilitas umum dan sosial, serta komunitas pemilik rumah. Kelak, jika rumah hanya akan Anda jadikan investasi, kondisi fisik lingkungan sangat berpengaruh besar dalam memengaruhi nilai jual rumah Anda.
Berkenaan dengan hal itulah, Anda perlu menggali sebanyak-banyaknya informasi jangka panjang terkait kawasan pengembangan selanjutnya. Segala perencanaan, langkah, dan upaya pengembang tentunya bisa Anda analisis lebih dalam untuk mengetahui harga jual rumah Anda naik atau merosot jauh.
LTF
Banyak faktor sebagai acuan pemilihan tersebut tentunya. Rumah baru, rumah second, apartemen mewah, atau apartemen bersubsidi terus bertumbuhan.
Tentu saja, tidak ada pengembang, broker, atau penjual langsung, mau mengumbar sisi buruk atau nilai negatif pilihan rumah yang mereka tawarkan kepada Anda. Semuanya bagus, mulai lokasi dan akses yang strategis, lingkungan eksklusif, serta kelengkapan fasilitas yang dijanjikan selalu nyaman.
Sejatinya, hati-hati menilai dan bijak dalam mengambil keputusan merupakan hal penting buat Anda. Berikut ini merupakan beberapa langkah sederhana untuk membuat Anda semakin hati-hati dan lebih bijak lagi menentukan pilihan:
Lokasi Semakin banyak pilihan rumah, semakin baik untuk Anda memilih-milih. Sebagai langkah utama di awal perencanaan ini, dapatkan lebih dulu informasi dan data mengenai lokasi. Pertimbangkan kondisi di sekitar, semisal daerah banjir atau tidak, kumuh atau tidak, dan sebagainya. Berbekal pengetahuan lokasi itulah Anda bisa menentukan pilihan perumahan yang diidamkan.
Pengembang Buatlah diri Anda menjadi orang yang paling tidak mudah percaya pada siapapun, dalam hal ini adalah pengembang. Gali informasi sebanyak mungkin ihwal pengembang bersangkutan, khususnya dalam ketepatan waktu menyelesaikan pembangunan dan serah terima rumah dalam proyek-proyek sebelumnya. Ingat, banyak pengembang terjerat kasus hukum lantaran tak kunjung juga membangun rumahnya.
Bisnis adalah soal uang, tetapi bisnis juga soal kepercayaan. Artinya, dalam hal ini, jika Anda memutuskan memakai fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ketika Anda menyerahkan down payment, di situlah kepercayaan Anda terhadap pengembang langsung diuji. Sebaliknya, segala risiko dan konsekuensi dari kepercayaan pun sudah Anda persiapkan, mengingat, komitmen Anda dengan KPR adalah komitmen jangka panjang
Rencana Pengembang Identitas sebuah proyek perumahan ada pada tema dan masterplan-nya. Kelak, berdasarkan pengamatan Anda pada dua faktor itu, Anda mengerti betul harga rumah yang akan dibeli. Di daerah bisnis atau kawasan industri, harga beli dan jualnya tentu tinggi. Sementara itu, jika pilihan di kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan penyangga dan taman kota, harganya jauh lebih rendah.
Air Bersih
Persoalan ini bukan hal pertama, tetapi bisa sebaliknya, menjadi pertimbangan pertama Anda untuk urung membeli rumah dari pengembang. Di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya, misalnya, air saat ini menjadi persoalan yang tak juga kunjung beres.
Saat banjir datang, misalnya. Berlangganan air lewat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang selama ini cukup diandalkan, ternyata ketahuan sering kali bermasalah. Penggunaan air sumur atau jet pump juga belum tentu langgeng dengan baik, mengingat kasus-kasus pencemaran air sumur akibat limbah industri atau pasang laut.
Buruknya kualitas air sumur bisa mengganggu kesehatan, dan itu bisa berlangsung menahun sejak Anda menghuni rumah.
Fasilitas Umum
Usahakan memilih pengembang yang membangun fasilitas lengkapnya sejak awal Anda membeli. Ya, meskipun Anda harus membayar lebih besar, baik itu fasilitas umum atau sosial semisal listrik, telepon, tempat ibadah, dan sebagainya.
Memang, harga jual itu akan melambung lebih besar. Tidak lain, hal itu karena pengembang merasa pembangunan di awal tersebut berpotensi besar merugikan mereka lantaran harus mengeluarkan biaya tinggi di awal, sementara tidak ada jaminan uang kembali jika terjadi krisis ekonomi.
Umumnya, pengembang menawarkan perumahan sekaligus fasilitas pelengkapnya di awal Anda membeli, meskipun hal itu masih dalam tahap perencanaan. Ini yang harus Anda camkan! Karena pada kenyataannya, banyak kasus dan fakta terungkap tentang pengembang ingkar janji membangun fasilitas yang sudah dijanjikannya di awal dengan Anda.
Kualitas Manajemen Estate (ME)Kiranya penting bagi Anda mempertimbangkan aspek kualitas, baik kualitas fisik calon rumah Anda, akses jalan masuk dan keluar rumah, maupun lingkungan sekitar perumahan.
Intinya, lingkup ME yang mesti menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah, keberlangsungan fasilitas umum dan sosial, serta komunitas pemilik rumah. Kelak, jika rumah hanya akan Anda jadikan investasi, kondisi fisik lingkungan sangat berpengaruh besar dalam memengaruhi nilai jual rumah Anda.
Berkenaan dengan hal itulah, Anda perlu menggali sebanyak-banyaknya informasi jangka panjang terkait kawasan pengembangan selanjutnya. Segala perencanaan, langkah, dan upaya pengembang tentunya bisa Anda analisis lebih dalam untuk mengetahui harga jual rumah Anda naik atau merosot jauh.
LTF
Kamis, 20 Oktober 2011
Atasi Keracunan Pembasmi Serangga
Obat serangga bisa meracuni manusia. Buah hati Anda rentan menjadi korban. Kenali gejala dan atasi secepatnya! Racun serangga banyak digunakan di rumah tangga, industri pertanian hingga lotion pelindung kulit dari gigitan nyamuk. Organofosfat adalah racun serangga yang paling banyak digunakan dan berbahaya, disusul carbamat yang lebih banyak dipakai untuk pemakaian rumah tangga. Zat ini dapat menjadi racun, dengan tertelan, terhirup atau terserap melalui kulit.
Curigai keracunan
Racun serangga kebanyakan bekerja pada sistem saraf dan memperlihatkan gejala gangguan saraf.
Keracunan organofosfat dan karbamat :
Pertolongan yang dapat diberikan:
Pencegahan
Freudenthal W. Ralson M. Toxicit, organophosphates. Juni 2006. Available at www.emedicine.com
Insecticide poisoning. Merck Manuals 2003
Weiss B, Amler S, Amler RW. Pesticides. Supplement article. Pediatrics; april 2004. Vol 113;4. p1030-6
Bersumber dari : www.anakku.net
Curigai keracunan
Racun serangga kebanyakan bekerja pada sistem saraf dan memperlihatkan gejala gangguan saraf.Keracunan organofosfat dan karbamat :
- Gejala muncul 12-24 jam setelah terpapar melalui mulut, kulit, atau pernapasan atau kurang dari 12 jam.
- Riwayat anak bermain di area yang sebelumnya terpapar racun serangga atau bermain dengan wadah racun yang diberi tanda atau tidak tertutup rapi.
Ada bau tercium dari pernapasan atau kulit si kecil - Gejala dan tanda :
- Diare, sakit perut, sering buang air kecil, denyut nadi melemah, pupil mata mengecil, napas sesak dan/atau berbunyi, muntah, keluar air mata, berkeringat dan banyak cairan ludah
- Otot bergerak-gerak, lemah, lumpuh, tak bisa bernapas, denyut nadi makin cepat, dan tekanan darah meningkat
- Gelisah, bingung, sakit kepala, kejang, hingga tidak sadar.
Pertolongan yang dapat diberikan:
- Dekontaminasi. Jika racun serangga mengenai kulit, lepaskan pakaian dan basuh dengan air mengalir dan sabun. Hati-hati di area kulit yang terluka karena racun lebih cepat diserap. Bila racun tertelan, berikan karkoal aktif guna menyerap racun.
- Jika sudah muncul gejala, segera hubungi dokter. Semakin cepat semakin baik
Pencegahan
- Hati-hati menggunakan insektisida terutama di rumah atau di area si kecil bermain
- Bacalah terlebih dahulu label instruksi pemakaian dalam kemasan pembasmi serangga atau pun produk repellent (pelindung dari gigitan serangga) dan gunakan secukupnya.
- Beri label pembasmi serangga yang jelas dan letakkan pada tempat yang tidak terjangkau anak.
- Mencuci buah dan sayur segar akan mengurangi risiko tertelannya sisa-sisa insektisida.
- Kenalkan bahaya racun serangga pada anak dan jelaskan mengapa Anda melarangnya sembarangan bermain dengan zat tersebut.
Freudenthal W. Ralson M. Toxicit, organophosphates. Juni 2006. Available at www.emedicine.com
Insecticide poisoning. Merck Manuals 2003
Weiss B, Amler S, Amler RW. Pesticides. Supplement article. Pediatrics; april 2004. Vol 113;4. p1030-6
Bersumber dari : www.anakku.net
Langganan:
Postingan (Atom)