Tampilkan postingan dengan label gelisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gelisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

Waspadai, anak kecanduan kafein

Dalam sebuah survei di negara Amerika Barat, 80-90% orang dewasa dan anak mengkonsumsi kafein setiap hari. Kafein banyak ditemukan dalam tanaman, yang paling banyak dikonsumsi adalah kopi, teh dan coklat. Obat bisa mengandung kafein seperti beberapa jenis obat anti nyeri atau batuk pilek, penurun berat badan, dan penambah tenaga. Di Amerika Serikat, kopi menjadi sumber kecanduan kafein pada orang dewasa, sedangkan soft drink menjadi sumber utama kafein pada anak. Konsumsi 30 mg kafein per hari dapat menyebabkan gangguan mood dan perilaku sedangkan 100 mg perhari bisa menimbulkan kecanduan. Konon, manusia di seluruh dunia rata-rata mengonsumsi sektiar 76 mg kafein per hari.
Kafein yang merupakan stimulan ini menimbulkan gangguan tergantung dari dosisnya. Gangguan tidur terjadi pada dosis sekitar 200 mg kafein, sedangkan dosis 1 gram kafein bisa membuat seorang dewasa keracunan.
Keracunan kafein sudah bisa ditegakkan bila ada riwayat mengonsumsi kafein melebihi 250 mg dalam waktu dekat dengan lima atau lebih gejala seperti: gelisah, gugup, penuh semangat, tidak bisa tidur, wajah kemerahan, terus buang air kecil, gangguan perut, otot berkedut, bicara tidak beraturan, gangguan irama jantung, tidak merasa lelah, dan gangguan psikomotor.

Mengapa kafein bisa menjadi candu?

Kafein adalah golongan alkaloid xantin yang mempengaruhi kerja saraf, pernapasan, dan jantung, juga agak memperbanyak buang air kecil (efek diuretik). Struktur kafein mirip dengan adenosin, suatu zat yang dalam tubuh kita bekerja menenangkan aktivitas saraf. Meskipun strukturnya mirip, fungsinya ternyata berkebalikan: kafein malah merangsang aktivitas saraf yang efeknya meningkatkan hormon adrenalin.
Hormon ini bekerja meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, menyalurkan darah lebih banyak ke otot daripada ke kulit dan organ lain, melepaskan gula dari liver, dan meningkatkan dopamin di otak. Dopamin adalah zat kimia otak yang mirip dengan amfetamin, suatu zat psiko-stimulan yang membuat tubuh “bangun” terus menerus. Inilah yang diduga menyebabkan kafein membuat orang kembali “bersemangat” alias mencerahkan pikiran.
Meskipun kafein tidak berbahaya selayaknya narkoba, banyak pengguna kafein mengaku kecanduan karena mereka tak bisa berhenti dan merasa “nagih” walaupun dokter sudah mengatakan tidak boleh. Kebanyakan alasannya, mereka sudah merasakan gejala lepas kafein (withdrawal).

Gejala Withdrawal

Gejala withdrawal pada pengguna kafein menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder edisi empat (DSM IV) :
  • Penggunaan kafein setiap hari dalam jangka panjang
  • Bila tidak minum kafein atau mengurangi dosisnya, akan diikuti gejala sakit kepala dan satu atau lebih gejala seperti kelelahan, mengantuk, depresi atau cemas, dan mual atau muntah.
  • Gejala di atas menimbulkan gangguan pada fungsi seseorang baik dalam sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.
  • Gejala tersebut tidak disebabkan gangguan psikologis atau kondisi kesehatan umum (misalnya migren, penyakit), dan tidak bisa dimasukkan pada kelainan mental yang lain.
  • Berbeda dengan kelainan psikiatri yang dicetuskan oleh kafein

Anak, usia memulai kecanduan kafein

Kebiasaan keluarga akan menjadi kebiasaan anak. Mitos ini ada benarnya. Melihat ayah dan bunda setiap hari mengonsumsi kopi, teh, atau soft drink, amat mungkin anak akan mengikutinya hingga dewasa. Dilaporkan, ketergantungan kafein banyak yang mulai terjadi pada usia remaja. Bahkan, sekolah-sekolah di Amerika serikat mulai melarang penjualan soft drink guna mencegah efek buruknya. Selain sebagian besar mengandung kafein, soft drink juga berhubungan dengan kegemukan anak. Satu kaleng soft drink mengandung sepuluh sendok gula. Seorang anak yang minum satu saja per hari akan meningkatkan risiko 60% untuk menjadi gemuk.
Tahun 1985, peneliti dari Carelton University Kanada juga menyimpulkan ibu yang mengonsumsi kafein lebih dari 300 mg/hari melahirkan anak dengan berat badan dan lingkar kepala rata-rata lebih kecil dari ibu yang hanya sedikit atau tidak mengonsumsi kafein. Kebanyakan minum kafein juga bisa mempengaruhi denyut jantung bayi dalam kandungan. Agaknya benar apa kata orang bijak, segalanya memang tak boleh dikonsumsi berlebihan.

Tahukah Anda:

  • Konsumsi kafein yang berasal dari soft drink meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir dan 70% dari semua jenis soft drink mengandung kafein.
  • Satu setengah cangkir soft drink berkafein mengandung 40 mg kafein, Tiga perempat cangkir teh instan mengandung 30 mg kafein, dan tiga perempat cangkir kopi instan mengandung 70 mg kafein.
  • Satu potong milk chocolate seberat 43 gram bisa mengandung 10 mg kafein sedangkan dark chocolate mengandung 30 mg kafein.

Referensi:

  1. Lande RG. Caffeine-related psychiatric disorders. Juli 7, 2005. Tersedia dalam www. emedicine.com
  2. John Hopkins Bayview medical center. Information about caffeine dependence. 2003.
  3. Caffeine. www.wikipedia.com
  4. CBC news: Fat facts. Oktober 29, 2002.
Bersumber dari : www.anakku.net

Kamis, 20 Oktober 2011

Atasi Keracunan Pembasmi Serangga

Obat serangga bisa meracuni manusia. Buah hati Anda rentan menjadi korban. Kenali gejala dan atasi secepatnya! Racun serangga banyak digunakan di rumah tangga, industri pertanian hingga lotion pelindung kulit dari gigitan nyamuk. Organofosfat adalah racun serangga yang paling banyak digunakan dan berbahaya, disusul carbamat yang lebih banyak dipakai untuk pemakaian rumah tangga. Zat ini dapat menjadi racun, dengan tertelan, terhirup atau terserap melalui kulit.

Curigai keracunan

Racun serangga kebanyakan bekerja pada sistem saraf dan memperlihatkan gejala gangguan saraf.


Keracunan organofosfat dan karbamat :

  • Gejala muncul 12-24 jam setelah terpapar melalui mulut, kulit, atau pernapasan atau kurang dari 12 jam.
  • Riwayat anak bermain di area yang sebelumnya terpapar racun serangga atau bermain dengan wadah racun yang diberi tanda atau tidak tertutup rapi.
    Ada bau tercium dari pernapasan atau kulit si kecil 
  • Gejala dan tanda :

  • Diare, sakit perut, sering buang air kecil, denyut nadi melemah, pupil mata mengecil, napas sesak dan/atau berbunyi, muntah, keluar air mata, berkeringat dan banyak cairan ludah
  • Otot bergerak-gerak, lemah, lumpuh, tak bisa bernapas, denyut nadi makin cepat, dan tekanan darah meningkat
  • Gelisah, bingung, sakit kepala, kejang, hingga tidak sadar.

Pertolongan yang dapat diberikan:

  • Dekontaminasi. Jika racun serangga mengenai kulit, lepaskan pakaian dan basuh dengan air mengalir dan sabun. Hati-hati di area kulit yang terluka karena racun lebih cepat diserap. Bila racun tertelan, berikan karkoal aktif guna menyerap racun.
  • Jika sudah muncul gejala, segera hubungi dokter. Semakin cepat semakin baik

Pencegahan

  • Hati-hati menggunakan insektisida terutama di rumah atau di area si kecil bermain
  • Bacalah terlebih dahulu label instruksi pemakaian dalam kemasan pembasmi serangga atau pun produk repellent (pelindung dari gigitan serangga) dan gunakan secukupnya.
  • Beri label pembasmi serangga yang jelas dan letakkan pada tempat yang tidak terjangkau anak. 
  • Mencuci buah dan sayur segar akan mengurangi risiko tertelannya sisa-sisa insektisida. 
  • Kenalkan bahaya racun serangga pada anak dan jelaskan mengapa Anda melarangnya sembarangan bermain dengan zat tersebut.
Referensi

Freudenthal W. Ralson M. Toxicit, organophosphates. Juni 2006. Available at www.emedicine.com
Insecticide poisoning. Merck Manuals 2003

Weiss B, Amler S, Amler RW. Pesticides. Supplement article. Pediatrics; april 2004. Vol 113;4. p1030-6


Bersumber dari : www.anakku.net