Tampilkan postingan dengan label kejang demam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejang demam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2012

Kejang Demam Pada Anak

Pada beberapa anak, demam dapat menimbulkan kejang. Kejang demam terjadi pada 2-5% anak antara usia 6 bulan sampai 5 tahun. Kejang merupakan hal yang menakutkan tetapi biasanya tidak membahayakan. Informasi dari brosur ini akan membantu anda untuk mengerti kejang demam dan apa yang terjadi jika hal ini terjadi pada anak anda.

Apakah kejang demam?
Kejang demam biasanya terjadi pada awal demam. Anak akan terlihat aneh untuk beberapa saat, kemudian kaku, kelojotan  dan memutar matanya. Anak tidak responsif untuk beberapa waktu, napas akan terganggu, dan kulit akan tampak lebih gelap dari biasanya. Setelah kejang, anak akan segera normal kembali. Kejang biasanya berakhir kurang dari 1 menit, tetapi walaupun jarang dapat terjadi selama lebih dari 15 menit.

Kejang demam jarang terjadi lebih dari 1 kali dalam 24 jam. Kejang karena sebab lain (kejang yang tidak disebabkan oleh demam) akan berlangsung lebih lama, dapat terjadi pada salah satu bagian tubuh saja dan dapat terjadi berulang.

Apa yang harus saya lakukan jika anak saya mengalami kejang demam?
Jika anak anda mengalami kejang demam, cepat bertindak untuk mencegah luka.
  • Letakkan anak anda di lantai atau tempat tidur dan jauhkan dari benda yang keras atau tajam
  • Palingkan kepala ke salah satu sisi sehingga saliva (ludah) atau muntah dapat mengalir keluar dari mulut
  • Jangan menaruh apapun di mulut pasien. Anak anda tidak akan menelan lidahnya sendiri.
  • Hubungi dokter anak anda
 Apakah anak saya akan mengalami kejang lagi?
Kejang demam tampaknya timbul secara familial. Risiko terjadinya kejang pada episode demam yang lain tergantung dari usia anak anda. Anak yang berumur kurang dari 1 tahun pada saat kejang pertama memiliki risiko 50% untuk mengalami kejang demam lagi. Anak yang berusia lebih dari 1 tahun pada saat kejang pertama hanya memiliki risiko 30% untuk mengalami kejang demam lagi.

Akankah anak saya menderita epilepsi?
Epilepsi diartikan sebagai kejang berulang dan multipel. Kejang epilepsi tidak disebabkan oleh demam. Anak dengan riwayat kejang demam mempunyai risiko sedikit lebih tinggi menderita epilepsi pada usia 7 tahun dibandingkan dengan anak yang tidak pernah mengalami kejang demam.

Apakah kejang demam membahayakan?
Kejang demam mungkin menakutkan tetapi tidak membahayakan untuk anak anda. Kejang demam tidak menyebabkan kerusakan otak, masalah sistem saraf, kelumpuhan, retardasi mental atau kematian.

Bagaimana menangani kejang demam?

Jika anak anda mengalami kejang demam, hubungi segera dokter anak anda. Dokter anda akan segera memeriksa anak anda untuk menentukan penyebab demamnya. Lebih penting untuk mencari penyebab demam dan mengobatinya dibandingkan kejangnya sendiri. Pengambilan cairan otak mungkin dilakukan untuk memastikan anak anda tidak mengalami infeksi serius seperti meningitis, terutama pada anak yang berusia kurang dari 1 tahun.

Secara umum, dokter tidak akan menyarankan untuk mengobati kejang demam sederhana dengan obat-obat preventif (pencegah). Akan tetapi hal ini tetap harus didiskusikan dengan dokter anak anda. Jika terjadi kejang lama atau kejang berulang, pengobatan mungkin akan berbeda.

Obat pereda demam seperti acetaminophen dan ibuprofen dapat menolong menurunkan demam, tetapi tidak mencegah kejang demam. Dokter anak anda akan memberitahu anda mengenai cara terbaik mengatasi demam anak anda.

Jika anak anda mengalami kejang demam, jangan takut akan hal yang buruk. Kejang ini tidak membahayakan anak anda dan tidak mengganggu kesehatan jangka panjang. Jika anda tertarik dengan masalah ini atau hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan anak, bicarakan dengan dokter anak anda.

Bersumber dari :  http://www.idai.or.id

Rabu, 23 November 2011

Demam Pada Anak

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Demam terkadang menjadi momok tersendiri bagi orangtua, dan banyak orangtua yang takut dan khawatir bila anaknya demam. Para orangtua beranggapan bahwa demam yang tinggi selalu akan menjadi kejang dan menimbulkan masalah di otak atau bahkan kematian. Sebenarnya demam merupakan suatu respons dari tubuh sebagai pertanda adanya suatu ketidakberesan di dalam tubuh. Infeksi merupakan penyebab tersering ketidakberesan tersebut.

Seorang anak dikatakan demam apabila suhu tubuhnya di atas 37,5°C pada pengukuran ketiak dengan menggunakan temperatur air raksa. Suhu tubuh normal pada anak bervariasi (0,5-1°C) sepanjang hari dengan suhu yang meningkat sedikit di sore hari. Demam pada anak sangat jarang yang menimbulkan masalah serius. Hampir sebagian besar demam yang terjadi pada anak disebabkan oleh infeksi virus dan jarang yang disebabkan oleh bakteri. Demam membantu tubuh melawan infeksi tersebut, meningkatkan sistem imun dan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan kuman. Ketakutan terhadap terjadinya kejang pada saat demam sebenarnya tidak perlu, mengingat kalaupun terjadi kejang pada saat demam itupun tidak berbahaya (lihat topik tentang kejang demam).

Sebelum dibawa ke dokter, sebenarnya orangtua dapat mencoba untuk meredakan demam terlebih dahulu di rumah. Orangtua dapat memberikan obat parasetamol untuk anaknya dengan dosis 10 mg/kg berat badan setiap kali pemberian. Parasetamol dapat diberikan sampai maksimal 5 kali dalam sehari (maksimal 50 mg/kg berat badan per hari) dengan jarak antara pemberian sekitar 4 jam. Penggunaan aspirin tidak disarankan karena dapat menyebabkan sindrom Reye yang berbahaya. Untuk pengompresan terkadang orangtua juga masih bingung apakah menggunakan air hangat, air dingin, atau bahkan alkohol. Disarankan untuk menggunakan air hangat sewaktu mengompres, karena menggunakan air dingin dapat menyebabkan anak menggigil. Penggunaan alkohol untuk mengompres tidak disarankan karena dapat menyebabkan keracunan alkohol karena alkohol dapat terserap masuk ke dalam darah melalui kulit. Jangan lupa untuk memberikan cairan minum yang banyak dan istirahat yang cukup sewaktu anak demam.

Bawa anak demam ke dokter bila:

  • Berusia kurang dari 3 bulan.
  • Tidak mau makan atau menelan apapun.
  • Selalu menangis bila anda menyentuhnya.
  • Lehernya menjadi kaku.
  • Suhunya lebih dari 39°C.
  • Demam sudah berlangsung 3 hari.
  • Anak mengalami kejang.
  • Muntah-muntah.
Bersumber dari : www.kiddiecarecentre.com