Tampilkan postingan dengan label flu babi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flu babi. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2012

Ini Serangan Jantung atau Cuma Cegukan Ya?


Jakarta, Mudahnya akses informasi di era internet membuat banyak orang merasa tahu segalanya. Soal kesehatan misalnya, banyak yang kemudian salah mendiagnosis gara-gara sumber sesat di internet. Akhirnya, cegukan saja dibilang sakit jantung.

Menurut sebuah penelitian di Journal of Consumer Research, seseorang cenderung memilih kemungkinan paling buruk ketika mencari tahu informasi tentang kesehatan di internet. Kecenderungan ini sering memicu diagnosis yang berlebihan alias lebay.

"Kebiasaan mencocok-cocokkan gejala lebih sering memicu orang untuk berlebihan dalam menilai kemungkinan kena penyakit serius," tulis Dengfeng Yan dan Jaideep Sengupta dari Hong Kong University dalam laporan ilmiahnya seperti dikutip dari Medindia, Kamis (19/7/2012).

Saat sakit dan belum ingin pergi ke dokter untuk periksa, beberapa orang cenderung lari ke internet untuk mencari tahu kondisinya. Banyaknya informasi kesehatan yang tersedia membuat orang-orang merasa terlalu percaya diri untuk menilai kondisinya sendiri.

Akhirnya jika menemukan beberapa informasi yang berbeda, ada kecenderungan untuk memilih kemungkinan-kemungkinan yang terburuk. Tidak diketahui mengapa, tetapi menurut penelitian tersebut kecenderungan ini teramati di hampir semua kalangan pengguna internet.

Sebagai contoh, para ilmuwan menyebut gangguan pencernaan sebagai keluhan yang termasuk paling sering dicari informasinya di internet. Gangguan pencernaan atau indigestion yang sering disertai gejala nyeri dada dan cegukan sering juga dikira sakit jantung karena ada kemiripan gejala.

Demikian juga ketika seseorang mengalami batuk-batuk, demam dan hidung meler. Meski ada kemungkinan cuma pilek atau flu biasa, tidak sedikit yang pilih mendramatisir penyakitnya berdasarkan informasi di internet, bahwa dirinya kena flu burung atau flu babi.

Bersumber dari : AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Kamis, 16 Februari 2012

Influenza A(H1N1)

Influenza A(H1N1) merupakan penyakit yang menyita sebagian besar perhatian dunia akhir-akhir ini. WHO pun sudah menyatakan bahwa Influenza tipe ini sudah termasuk dalam kategori pandemi, yang artinya bahwa penularan dan penyebaran penyakit ini sudah luas dan meliputi banyak Negara di dunia.

Pada informasi terakhir (tanggal 13 November 2009), WHO menyatakan sudah ada lebih dari 500.000 kasus Influenza A (H1N1) di seluruh dunia dengan angka kematian lebih dari 6.000 jiwa. Walaupun data ini terlihat menakutkan, tetapi ternyata angka kematian flu jenis ini tergolong sedikit dan hampir sama dengan influenza lainnya. Bila dibandingkan dengan flu burung (avian influenza), maka sangat berbeda sekali. Pada flu burung, seseorang yang terkena infeksi sangat mudah meninggal. Setelah melalui berbagai penelitian, sebutan flu babi untuk influenza jenis baru ini ternyata kurang begitu tepat karena penularan virus ini dari manusia ke manusia dan bukan dari babi ke manusia (bandingkan dengan flu burung). Memang jenis virus baru ini menyerupai flu babi tetapi dengan galur yang berbeda. Sebutan flu Mexico pun tidak lagi dipergunakan setelah Negara Mexico menyatakan keberatannya dengan sebutan tersebut. Akhirnya WHO pun memutuskan untuk menyebutnya Influenza A (H1N1).

Influenza A ini tanda dan gejalanya menyerupai influenza pada umumnya, yaitu demam, batuk, pilek, dan gejala lain seperti sakit kepala, lemas, dsb. Baru-baru ini telah diperkenalkan vaksin untuk mencegah penularan penyakit ini, dan WHO melalui situs resminya sudah merekomendasikan pemberian vaksin tersebut. Vaksin Influenza yang baru ini berbeda dengan vaksin influenza yang biasa (yang sudah beredar sejak dahulu).

Bersumber dari : www.kiddiecarecentre.com