Tampilkan postingan dengan label cacar air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cacar air. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Oktober 2012
Cacar Air
Dalam bahasa dokter cacar air disebut varisela. Penyakit ini banyak dijumpai di mana-mana, namun dengan adanya imunisasi penyakit ini mulai berkurang. Cacar air disebabkan oleh virus varisela-zoster, dan merupakan salah satu penyakit yang paling menular. Pada kebanyakan kasus penyakit ini hanya berlangsung ringan, namun dapat terjadi komplikasi yang serius yakni terjadi peradangan pada hati, paru, bahkan selaput otak. Bila ruam kulit digaruk dapat terjadi infeksi kulit yang dapat tetap bersifat lokal namun dapat pula menjalar ke tempat lain.
Cacar air dapat mengenai semua umur, namun biasanya bersifat ringan pada bayi dan anak, dan lebih hebat gejalanya pada remaja dan orang dewasa. Bayi kurang dari 1 tahun yang ibunya pernah menderita cacar air sebelumnya biasanya kebal terhadap penyakit ini, karena ia memperoleh kekebalan yang dimiliki ibu melalui plasenta (ari-ari). Bila terkena hanya amat ringan. Bila ibu tidak pernah menderita cacar air sebelumnya, maka bayi di bawah usia 1 tahun dapat menderita cacar air yang berat.
Penyakit ini biasanya dimulai dengan gejala yang tidak khas berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, lesu dan keesokan hari atau 2 hari berikutnya muncul ruam kulit berupa bintil-bintil kecil berisi air.
Pada anak yang tidak diimunisasi, ratusan bintil kecil berisi air dapat timbul, dimulai dari kulit wajah aau badan, kemudian menyebar. Dalam waktu 1 sampai 2 hari cairan berubah menjadi keruh, kemudian kering dan mengelupas. Bintil dapat muncul di selaput lendir atau vagina pada anak perempuan. Pada anak yang telah diimunisasi, mungkin masih dapat cacar tapi ringan dan cepat sembuh. Pemberian imunisasi efektif untuk mencegah penyakit ini. Imunisasi cukup diberikan 1 kali dan tidak perlu diulang. Anak yang terkena cacar air akan memperoleh kekebalan seumur hidup, hanya sebagian kecil dapat terjangkit kembali. Bila tidak terjadi komplikasi, biasanya penyakit sembuh dan anak dapat kembali masuk sekolah 7 hari setelah munculnya bintil-bintil. Bekas bintil dapat terlihat sampai beberapa minggu, kecuali bila digaruk maka akan lebih lama. Agar tidak tertular, hindari kontak (langsung, percikan ludah, lewat udara) dengan penderita.
Bersumber dari : dokteranakku.com
Kamis, 09 Februari 2012
Varisela (cacar air)
Bila Anak Anda mengalami demam, lalu 2 hari kemudian timbul bintik-bintik merah, gatal dan berisi cairan. Tentunya Anda akan bertanya-tanya apakah ini cacar atau bukan. Mungkin saja anak terkena cacar air, karena memang cacar air cukup sering terjadi pada anak. Bahkan berkembang suatu anekdot di masyarakat bahwa setiap orang dalam sepanjang hidupnya pasti akan pernah menderita cacar air. Penyakit cacar air adalah suatu penyakit infeksi yang sangat menular disebabkan oleh virus Varisela-zoster. Meskipun umumnya penyakit ini ringan saja, tetapi pada kasus yang jarang dapat menyebabkan komplikasi bahkan kematian. Kejadian cacar air seringkali serentak, semisal dalam satu kelas ada seorang anak terkena cacar air, maka sebagian besar anak dalam kelas akan tertular. Atau misalnya dalam keluarga ada salah seorang anggota keluarga yang terkena cacar air, maka akan menular ke anggota keluarga yang lain.
Penyakit cacar air cukup mudah dikenali oleh orangtua. Anak pada awal permulaan penyakit akan mengeluh sakit kepala, demam, lemas dan kemudian muncul bintik-bintik gatal berisi cairan di tubuh (kurang lebih 2 hari setelah gejala awal timbul). Bintik tersebut biasa pertama kali timbul di daerah dada atau perut dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Bila didiamkan bintik akan mengering dengan sendirinya dalam waktu 4-7 hari kemudian. Penularan virus ini terjadi melalui droplet (air liur) yang biasanya keluar pada saat seseorang batuk atau bersin. Cacar air hanya bisa mengenai seseorang 1 kali saja sepanjang hidupnya, tetapi bila virus yang tertinggal di dalam tubuh sewaktu-waktu kembali aktif maka akan menimbulkan penyakit Herpes zoster (cacar ular).
Cacar air termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, biasanya orangtua hanya perlu memberikan obat parasetamol serta cairan yang cukup. Pemberian obat antiviral oleh dokter (asiklovir) hanya diindikasikan untuk keadaan tertentu saja. Sekarang ini di Indonesia telah tersedia vaksin cacar air yang diberikan cukup 1 kali saja dan dapat dimulai pada usia 5 tahun ke atas (sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan oleh IDAI). Paska penyuntikkan imunisasi terkadang dapat terjadi demam ringan atau nyeri di daerah suntikan (pada kurang lebih 1% kasus), tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan.
Bersumber dari : www.kiddiecarecentre.com
Penyakit cacar air cukup mudah dikenali oleh orangtua. Anak pada awal permulaan penyakit akan mengeluh sakit kepala, demam, lemas dan kemudian muncul bintik-bintik gatal berisi cairan di tubuh (kurang lebih 2 hari setelah gejala awal timbul). Bintik tersebut biasa pertama kali timbul di daerah dada atau perut dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Bila didiamkan bintik akan mengering dengan sendirinya dalam waktu 4-7 hari kemudian. Penularan virus ini terjadi melalui droplet (air liur) yang biasanya keluar pada saat seseorang batuk atau bersin. Cacar air hanya bisa mengenai seseorang 1 kali saja sepanjang hidupnya, tetapi bila virus yang tertinggal di dalam tubuh sewaktu-waktu kembali aktif maka akan menimbulkan penyakit Herpes zoster (cacar ular).
Cacar air termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, biasanya orangtua hanya perlu memberikan obat parasetamol serta cairan yang cukup. Pemberian obat antiviral oleh dokter (asiklovir) hanya diindikasikan untuk keadaan tertentu saja. Sekarang ini di Indonesia telah tersedia vaksin cacar air yang diberikan cukup 1 kali saja dan dapat dimulai pada usia 5 tahun ke atas (sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan oleh IDAI). Paska penyuntikkan imunisasi terkadang dapat terjadi demam ringan atau nyeri di daerah suntikan (pada kurang lebih 1% kasus), tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan.
Bersumber dari : www.kiddiecarecentre.com
Langganan:
Postingan (Atom)