Tampilkan postingan dengan label bayi kuning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi kuning. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Kenapa Bayiku Kuning?

Betapa bahagianya ketika bayi anda lahir dengan selamat. Namun saat mau pulang, dokter belum memperkenankannya karena ia mengalami kuning. Pasti anda cemas sekali. Mengapa ia kuning? Apakah berbahaya? Apa yang terjadi bila tidak diobati? Dan Bagaimana mengobatinya? Kuning pada bayi baru lahir disebut ikterus atau jaundice yaitu timbunan bilirubin di bawah kulit. Hal ini disebabkan melekatnya bilirubin atau pigmen empedu, yang berwarna kuning pada kulit dan mata.

Kalau kadar bilirubin jumlahnya hanya belasan mg/dl biasanya tidak apa-apa. Tetapi yang mengerikan adalah bila kadar bilirubin sangat tinggi yang disebut sebagai hiperbilirubinemia. Pada keadaan hiperbilirubinemia, kadar bilirubin dapat melebihi 20 mg/dl, sehingga dapat masuk ke dalam otak dan menyebabkan kerusakan otak yang permanen.

Mengapa Kadar Bilirubin Meningkat?

Tinggi rendahnya kadar bilirubin tergantung banyaknya sel darah merah yang pecah dan kemampuan hati memproses dan mengeluarkan bilirubin. Kuning yang tidak berbahaya terjadi pada kadar bilirubin sekitar 5 – 6 mg/dl di hari ketiga dan keempat. Kemudian menurun dan menghilang dalam satu minggu. Kadar bilirubin sampai 17 mg/dl pada hari keempat dan kelima umumnya juga masih dapat ditoleransi secara baik oleh bayi.
  • Ada pula peningkatan kadar bilirubin yang tidak normal. Yang paling sering adalah bila sel darah merah bayi terlalu banyak yang pecah.
    Penyebab tersering adalah darah ibu kurang cocok dengan darah bayi. Bila ibu mempunyai rhesus negatif sedangkan bayi mempunyai rhesus positif, atau ibu mempunyai golongan darah O sedangkan bayi mempunyai golongan darah A, B atau AB, maka darah bayi akan banyak yang pecah.
    Penyebab lain yang sering ditemukan pada orang Asia adalah kurangnya enzim Glucosa-6-Phosphate Dehydrogenase (G-6-PD) yaitu enzim yang bertugas memperkuat dinding sel darah merah.
    Selain itu, bayi kadang mengalami benturan di kepala pada saat lahir, sehingga terjadi benjolan di kepala yang berisi darah. Darah ini kemudian mencair dan melepaskan bilirubin.
    Untung masih ada beberapa faktor yang melindungi bayi dari bilirubin yang tinggi. Sebagian bilirubin akan saling berikatan dengan protein albumin. Bentuk yang terikat dengan albumin tidak berbahaya dan tidak dapat masuk ke dalam otak. Selain itu, hati juga bekerja keras untuk mengeluarkan bilirubin yang berlebihan.
Nah, bila ada gangguan terhadap kedua proses tersebut bilirubin akan menjadi berbahaya juga, misalnya:
  • Bayi mendapat beberapa macam obat yang mengandung antibiotik misalnya sulfa, eritromisin, atau klorampenikol. Obat-obat tersebut berikatan dengan albumin, sehingga jumlah albumin yang tersisa kurang mampu mengikat bilirubin.
  • Bayi prematur sering mengalami gangguan fungsi hati.
  • Bayi yang mengalami infeksi, yang juga dapat mengganggu fungsi hati.

Apakah pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan bilirubin?

Setelah bayi pulang, pada hari ke enam sampai 2 minggu, bayi yang mendapat ASI kadang-kadang juga mempunyai risiko peninggian bilirubin. ASI mengandung enzim ß-glucuronidase, dan beberapa jenis asam lemak yang dapat mengganggu pemrosesan bilirubin. Dalam keadaan ini, ASI boleh dihentikan sementara tetapi tetap diperas agar tidak berhenti. Bila penyebabnya benar karena ASI, dalam 48 jam bilirubin akan turun dengan cepat sebanyak 3 mg/dl dalam 1 hari. Lalu ASI dapat diberikan kembali.

Apa yang harus dilakukan bila bayi kuning?

Yang paling penting adalah mencegah bilirubin agar tidak meningkat terus sampai mencapai kadar yang berbahaya.
Biasanya dokter akan menggunakan suatu diagram untuk memperkirakan apakah kadar bilirubin akan meningkat terus sampai kadar yang berbahaya atau tidak. Diagram tersebut dibuat berdasarkan pemeriksaan kadar bilirubin pada jam tertentu, untuk bayi dengan kehamilan lebih dari 35 minggu dan berat badan lebih dari 2.500 gram.

Bersumber dari : www.anakku.net

Kamis, 03 November 2011

Bayi Kuning Harus Dijemur?

Tidak semua ibu-ibu yang mempunyai bayi mengetahui bahwa bayinya kuning. Apa itu bayi kuning serta bagaimana penanganannya. Adakah manfaatnya penjemuran di sinar matahari?

Apa yang disebut bilirubin?

Bayi kuning terjadi karena adanya peningkatan bilirubin di dalam darah. Bilirubin merupakan hasil pemecahan sel darah merah yang telah mecapai usia tertentu (sel yang telah tua). Bila jumlahnya di dalam darah cukup banyak, ia akan ditimbun di bagian-bagian tubuh tertentu. Gejala yang terlihat ialah warna kuning pada kulit, bagian putih bola mata dan mukosa (selaput lendir) tubuh.

Dalam prosesnya bilirubin akan ditemukan dalam 2 bentuk. Yang pertama yang disebut bilirubin bebas (indirek), merupakan hasil pemecahan hem yang merupakan hasil penguraian hemoglobin (zat dalam sel darah merah). Bilirubin ini bersifat racun, sukar larut dalam air mudah larut dalam lemak, dapat menemus lapisan pelindung otak sehingga menyebabkan kerusakan. Yang kedua bilirubin direk yang merupakan hasil perubahan dari bilirubin indirek di hati. Bilirubin ini mudah larut dalam air sehingga lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh.

Mengapa banyak terbentuk bilirubin?

Pada saat masih dalam kandungan, karena paru-paru yang belum berfungsi, janin memiliki sel darah merah yang sangat banyak. Sel darah merah inilah yang dibutuhkan untuk mengangkut oksigen dan zat makanan dari ibu ke janin. Setelah lahir, paru-paru mulai berfungsi, sel darah merah tak dibutuhkan lagi akan dihancurkan. Proses penghancuran ini akan menghasilkan bilirubin.

Bayi cukup bulan mempunyai batas aman untuk kadar bilirubin 12 mg/dl. Sedangkan bayi kurang bulan, batas aman kadar bilirubinnya adalah 10 mg/dl. Jika kadarnya meningkat diluar kadar tersebut disebut hiperbilirubin (patologis, penyakit). Bilirubin yang terlalu tinggi pada keadaan tertentu dapat masuk kedalam otak dan menyebabkan kerusakan otak dengan gejala gangguan pendengaran, keterbelakangan mental dan gangguan tingkah laku.

Penanganan bayi kuning

Kuning yang fisiologis (normal) biasanya dimulai 24 jam setelah lahir dan hampir sebagian besar terjadi pada usia 2-4 hari . Biasanya kuning akan menghilang atau berkurang pada usia 1 sampai 2 minggu. Kuning dengan kadar bilirbin tinggi merupakan hal yang patologis. Ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit seperti hepatitis, toksoplasma, sifilis, malaria, kelainan di saluran empedu atau ketidak cocokan golongan darah atau rhesus ibu dan bayi.

Pemberian ASI (Air Susu Ibu)

Pada bayi yang kuning sebagian ibu-ibu menghentikan pemberian ASI. Menurut rekomendasi AAP, justru pemberian ASI tidak boleh dihentikan, bahkan harus ditingkatkan (lebih kurang 10-12 kali sehari). Sedangkan pemberian banyak air putih tidak akan menurunkan kadar bilirubin.

Terapi sinar

Dilakukan di klinik atau rumah sakit. Caranya yaitu dengan memberikan sinar lampu berspektrum 400-500 nanometer pada kulit bayi. Dengan terapi sinar bilirubin dalam tubuh bayi dapat dipecah sehingga mudah larut dalam air, dieksresikan dengan cepat ke dalam kandung empedu dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Transfusi tukar

Ialah suatu tindakan mengganti darah bayi yang mengandung kadar bilirubin yang sangat tinggi (lebih dari 20 mg/dl pada bayi usia 2 hari, lebih dari 25 mg/dl pada bayi usia lebih dari 2 hari) dengan darah donor yang sesuai dengan darah bayi.

Terapi dengan sinar matahari

Terapi dengan sinar matahari saat ini masih menjadi perdebatan. Dasar pemberian sinar matahari karena sinar matahari mempunyai panjang gelombang sekitar 450-460 nm. Sinar yang mempunyai spektrum emisi pada panjang gelombang tersebut (warna biru, putih dan sinar matahari), akan memecah bilirubin menjadi zat yang mudah larut dalam air.

Bayi yang kuning dengan kadar fisiologis, dapat dijemur di bawah sinar matahari pagi antara pukul 07.00 sampai 09.00, adalah merupakan waktu yang paling efektif, jadi tidak dapat sepanjang waktu, serta belum terlalu panas. Penjemuran biasanya diberikan selama lebih kurang 15 hingga 30 menit.

Beberapa ahli yang tidak setuju dengan penjemuran, berpendapat bahwa meletakkan bayi dibawah sinar matahari tidak akan menurunkan kadar bilirubin dalam darah. Malahan sinar matahari tersebut akan menyebabkan luka bakar pada kulit. Selain itu bayi akan kedinginan. Oleh karena itu yang terpenting ialah memberikan ASI secara cukup dan teratur pada bayi-bayi yang kuning, bahkan dengan frekuensi yang lebih ditingkatkan.

Kuning ialah suatu pertanda, merupakan proses alamiah walaupun dapat pula menjadi sesuatu yang patologis. Yang penting diperhatikan ialah kuning harus dapat dikendalikan sehingga tidak menjadikan bahaya. Penjemuran dengan sinar matahari masih dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi-kondisi yang menjadi kontra indikasi.

Referensi

American Academy of Pediatrics (2004). Management of hyperbilirubinemia in the newborn infant 35 or more weeks of gestation. Pediatics, 114(1):297-316.

Bersumber dari: www.anakku.net