Tampilkan postingan dengan label adenomyosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adenomyosis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Adenomyosis, Jaringan Endometrium Tumbuh dalam Dinding Rahim

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Deskripsi

Adenomyosis adalah suatu kondisi di mana jaringan endometrium, tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Kondisi tersebut paling mungkin terjadi pada akhir masa subur dan setelah memiliki anak.

Adenomyosis tidak sama dengan endometriosis, yang merupakan suatu kondisi di mana lapisan rahim berada di luar rahim. Meskipun wanita dengan adenomiosis sering juga memiliki endometriosis.

Penyebab adenomyosis tetap tidak diketahui, tetapi penyakit ini biasanya menghilang setelah menopause. Bagi wanita yang mengalami ketidaknyamanan parah dari adenomiosis, ada pengobatan yang dapat membantu, tetapi histerektomi adalah satu-satunya terapi.

Meskipun adenomyosis dapat sangat menyakitkan, kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya.

Penyebab

Penyebab adenomyosis tidak diketahui. Penyebab adenomyosis yang mungkin termasuk:

1. Pertumbuhan invasif jaringan
Beberapa ahli percaya bahwa hasil adenomyosis merupakan invasi langsung dari sel-sel endometrium dari permukaan rahim ke dalam otot yang membentuk dinding rahim.

Insisi uterus yang dibuat selama operasi seperti operasi caesar (C-section) mempromosikan invasi langsung dari sel-sel endometrium ke dalam dinding rahim.

2. Pengembangan asal
Ahli lainnya berspekulasi bahwa adenomyosis berasal dalam otot rahim dari jaringan endometrium ketika rahim pertama kali terbentuk pada janin perempuan.

3. Peradangan uterus yang berhubungan dengan persalinan
Suatu peradangan dinding rahim selama periode postpartum dapat menyebabkan istirahat dalam batas normal dari sel-sel yang melapisi rahim.

Terlepas dari bagaimana mengembangkan adenomyosis, pertumbuhan bergantung pada estrogen yang bersirkulasi dalam tubuh wanita. Ketika produksi estrogen menurun pada saat menopause, adenomyosis dapat hilang.

Gejala

Pada beberapa wanita, adenomyosis adalah tidak menyebabkan tanda atau gejala, atau hanya sedikit menimbulkan ketidaknyaman. Tetapi perempuan lain dengan adenomyosis mungkin mengalami:

1. Perdarahan menstruasi berat atau berkepanjangan
2. Kram yang parah atau tajam, seperti nyeri panggul selama menstruasi (dismenore)
3. Kram menstruasi yang berlangsung selama periode menstruasi dan semakin buruk ketika semakin tua
4. Nyeri selama hubungan seksual
5. Pendarahan di antara periode menstruasi

Ukuran rahim dapat meningkat hingga dua atau tiga ukuran normal. Meskipun mungkin tidak tahu jika rahim membesar, mungkin dapat memperhatikan perut bagian bawah yang terlihat lebih besar atau terasa lembut.

Pengobatan

Adenomyosis biasanya hilang setelah menopause, sehingga pengobatan mungkin tergantung pada kasus. Pilihan pengobatan untuk adenomyosis dapat meliputi:

1. Obat anti inflamasi
Jika mendekati menopause, dokter mungkin akan memberikan obat anti inflamasi, seperti ibuprofen (Advil, Motrin, dan lain-lain), untuk mengontrol nyeri.

Dengan memulai obat anti-inflamasi 2-3 hari sebelum periode menstruasi dimulai dan terus mengonsumsi selama periode menstruasi, dapat mengurangi aliran darah menstruasi selain menghilangkan rasa sakit.

2. Obat hormon
Mengontrol siklus menstruasi dapat dengan kontrasepsi oral kombinasi estrogen-progestin atau melalui hormon yang mengandung patch atau cincin vagina dapat mengurangi perdarahan berat dan rasa sakit yang terkait dengan adenomyosis.

3. Histerektomi
Jika rasa sakit parah dan menopause masih lama, dokter mungkin menyarankan operasi untuk pengangkatan rahim (histerektomi).

Sumber: MayoClinic


(ir/ir)

 Bersumber dari : detik.com ( Adelia Ratnadita - detikHealth )

Jumat, 04 November 2011

Adenomyosis


Apa itu Adenomyosis
Adenomyosis adalah penetrasi dan bertumbuhnya jaringan endometrium (jaringan yang melapisi dinding dalam rahim) ke dalam myometrium (lapisan otot rahim), sering disebut pula dengan endometriosis internal. Jadi penyakit ini sejenis dengan endometriosis. Adenomyosis dapat ada bersamaan dengan endometriosis eksternal. Dan jaringan endometrium yang salah tempat ini, seperti endometrium yang normal, akan mengikuti siklus menstruasi, jadi cenderung mengalami pendarahan pada saat menstruasi. Darah yang terkumpul di dalam jaringan otot rahim ini akan menyebabkan pembengkakan; rahim menjadi lebih besar. Pembengkakan (adenomyosis) ini dapat merata atau terfokus di satu tempat. Jika pembengkakan ini terfokus di satu tempat maka disebut sebagai adenomyoma, yang mana menyerupai tumor rahim lainnya.

Umumnya adenomyosis salah didiagnosa sebagai fibroid rahim. Sebenarnya terdapat perbedaan mendasar diantara fibroid (suatu tumor yang jelas) dan adenomyoma. Fibroid berasal dari satu sel yang abnormal, yang dibawah pengaruh hormon estrogen akan berkembangbiak. Pertumbuhan tumor mungkin dapat menggeser dan menekan jaringan sekitarnya, tetapi dia tidak pernah menyusup ke jaringan otot rahim, oleh karena tidak menyusup ke jaringan otot rahim maka dimungkinkan untuk mengangkat seluruh tumor ini tanpa mengganggu jaringan rahim yang normal selama proses pembedahan yang disebut myomektomi (pembedahan untuk mengangkat fibroid). Sebaliknya adenomyoma bukanlah suatu tumor dengan batas yang jelas, tetapi lebih kea rah pembengkakan local dari dinding rahim sebagai akibat penetrasi jaringan endometrium. Oleh karena itu tidak mungkin untuk mengangkat jaringan yang terkena adenomyosis tanpa mengangkat jaringan otot rahim yang dipenetrasi tadi.

Apa gejala dari adenomyosis
Bisa saja seseorang memiliki adenomyosis dan dia tidak merasakan gejala apapun. Gejala-gejala adenomyosis adalah triad gejala yakni pembesaran rahim, nyeri pelvis dan menstruasi yang banyak dan abnormal. Nyeri, yang dirasakan terutama selama menstruasi disebut dysmenorrhea dapat berupa kram yang hebat atau seperti disayat pisau. Nyeri dapat juga dirasakan pada saat tidak sedang menstruasi. Pembesaran rahim dapat merata dengan tonjolan-tonjolan rahim yang besar atau dapat pula seperti “tumor” yang terlokalisir. Pendarahan pada saat menstruasi dapat banyak sekali dan berhari-hari, mungkin dengan bekuan-bekuan darah. Pendarahan yang hebat ini dapat menyebabkan anemia (berkurangnya kadar Hemoglobin dalam sel darah merah). Selain itu diluar saat menstruasi bisa ada pendarahan abnormal (pendarahan sedikit-sedikit, bercak-bercak).

Efek dari adenomyosis pada kesuburan dan kehamilan tidak jelas. Adenomyosis mungkin menyebabkan berkurangnya kesuburan. Informasi yang ada menyebutkan bahwa adenomyosis bisa ada pada 17% wanita hamil yang berusia di atas 35 tahun. Adenomyosis jarang dihubungkan dengan komplikasi obstetrik ataupun pembedahan. Pada kebanyakan kasus wanita hamil dengan adenomyosis, adenomyosisnya ditemukan secara kebetulan pada saat operasi cesar atau pada saat operasi pengangkatan rahim. Jadi adenomyosis dengan ketidaksuburan masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut.

Bagaimana adenomyosis didiagnosa
Adenomyosis seringkali ditemukan secara kebetulan, ditemukan pada saat operasi pengangkatan rahim karena alasan lain. Adenomyosis bisa didagnosa dengan melakukan suatu histerosalpingogram (suatu pemeriksaan roentgen daerah panggul setelah suatu kontras dimasukkan ke dalam dinding rahim). Pada saat ini diagnosa lebih baik didapat dengan pemeriksaan MRI yang dapat mendeteksi adanya adenomyosis dan seberapa luas adenomyosis dan juga dapat membedakannya dari fibroid. Pemeriksaan MRI panggul ini harus dikerjakan dengan media kontras Gadolinium yang disuntikkan ke pembuluh darah. Selain itu USG transvaginal (USG yang alatnya dimasukkan ke dalam vagina), ditangan pakar yang berpengalaman, juga dapat mendiagnosis secara akurat. Dengan MRI maupun USG (di tangan pakar yang berpengalaman) dapat dideteksi adenomyosis pada lebih dari 90% kasus.
Adenomyosis adalah suatu keadaan yang umum dijumpai oleh karena itu harus dipertimbangkan pada setiap wanita dengan pendarahan yang abnormal. Keadaan ini cenderung tidak terdiagnosa, karena pendarahan yang abnormal seringkali dianggap akibat kelainan hormonal.

Apakah ada obat-obat untuk mengurangi gejala adenomyosis
Seringkali pembesaran rahim yang tidak begitu besar biasanya tidak menimbulkan gejala dan karenanya tidak diperlukan obat-obatan. Untuk kasus-kasus pendarahan hebat disertai nyeri yang amat sangat dapat dipakai obat GnRH agonis yang mana obat ini menyebabkan suatu keadaan seperti menopause dengan penghentian fungsi indung telur secara lengkap dan juga menghentikan menstruasi, yang menyebabkan jaringan yang abnormal bisa menyusut. Keadaan seperti menopause ini sangat menguntungkan bagi pasien-pasien yang mengalami anemia karena memungkinkan pasien untuk memulihkan anemianya, terutama dibantu dengan obat-obatan penambah darah. Tapi obat GnRH agonis ini tidak mudah ditoleransi oleh karena menyebabkan gejala-gejala menopause seperti hot flash. Konsekuensi lainnya adalah pengeroposan tulang, peningkatan kolesterol jahat dan penurunan kolesterol yang baik. Oleh karena itu pemakaian obat ini biasanya dibatasi selama 6 bulan saja. GnRH agonis juga digunakan untuk mengobati kemandulan yang dihubungkan dengan adenomyosis. Tapi obat ini bisa memulihkan kesuburan hanya pada kasus-kasus yang ringan, tidak pada kasus-kasus yang berat.
Hormon progesterone ataupun pil KB tidak begitu efektif, khasiatnya bersifat temporer.

Pembedahan macam apa untuk adenomyosis
Hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) saat ini dipertimbangkan sebagai satu-satunya terapi yang efektif untuk adenomyosis yang menimbulkan gejala. Ahli bedah yang berpengalaman dapat hanya mengangkat sebagian dari rahim (hanya daerah rahim yang mengandung adenomyosis saja). Meskipun hanya sebagian rahim yang diangkat tetapi dengan begitu maka tidak dibolehkan lagi adanya kehamilan. 

Bersumber dari : suryo-wibowo.blogspot.com
Ditulis oleh : dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk