Kamis, 12 Juli 2012

Day Spa Care Treatments for Refreshing


Each person has the different way to refresh their minds. Some of our friends would prefer to spend the whole weekend in some kinds of villas to have some refreshing. They considered that staying away from the crowds even just for two days would be the decent way to refresh their minds. Some of other friends would prefer to spend some times and money to shop any kinds of stuff. For them, shopping is the best way to refresh their minds. We might have some different preferences. Maybe, we are one of the ladies who preferred to have the day spa care treatments to refresh our body and mind.

However, according to some people, day spa care has been considered as the best way to refresh their minds. Surely, they would have to pay for some costs but somehow, every penny would be the good expenses for them. There are many excellent positive impacts that they could get from the spa care treatments. If we were one of them, we could choose one of many treatments from the day spa center. We might feel that our facial skin has become too dirty. We could ask the spa therapist to give us the facial treatments to clean up the facial skin.

We could also ask the therapist to give us some certain massage services. It would be excellent to relax our muscles after the stressful week at work. Surely, it would be the best idea to give the rests for the body. The best part is, in the day spa care center, we would get the excellent aroma therapy so our senses would be refreshed too. Certainly, having the spa treatments is the best therapy for our body and soul. Our mind would be refreshed soon after we got those treatments because those treatments are truly comfortable for our body. The day spa care is the perfect media to have refreshing.

Bersumber dari : www.orientalspa.com.au

Selasa, 10 Juli 2012

Penyakit dari Hewan Menyerang 2,4 Miliar Orang di Dunia per Tahun


Jakarta, Setidaknya ada 13 jenis penyakit yang berasal dari hewan, yang harus bertanggung jawab untuk 2,4 miliar kasus penyakit manusia dan 2,2 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Sebagian besar infeksi dan kematian dari zoonosis (penyakit hewan yang dapat menular ke manusia) terjadi di negara miskin atau berpenghasilan menengah. Tapi belakangan penyakit ini mulai menginfeksi manusia di Amerika Serikat dan Eropa, yang menjadi jahat atau sedang mengembangkan resistensi obat.

"Permintaan produk ternak global yang meningkat berarti masalah tersebut mungkin menjadi lebih buruk. Dari cacing penyebab kista hingga flu burung, zoonosis menyajikan sebuah ancaman besar bagi kesehatan manusia dan hewan," ujar Delia Grace, ahli epidemiologi veteriner dan ahli keamanan pangan International Livestock Research Institute (ILRI) di Kenya, seperti dilansir Reuters, Jumat (6/7/2012).

Studi yang dilakukan oleh ILRI, Institut Zoologi di Inggris dan Hanoi School of Public Health di Vietnam, memetakan hewan ternak dan penyakit manusia didapatkan dari hewan, serta menyusun daftar 20 hotspot geografis.

Ethiopia, Nigeria, Tanzania, serta India memiliki beban tertinggi penyakit zoonosis, dengan penyebaran penyakit dan kematian yang luas.

Selain itu, zoonosis juga ditemukan di Amerika Serikat dan Eropa, terutama di Inggris, Brasil dan sebagian Asia Tenggara, yang menginfeksi manusia untuk pertama kalinya, sangat virulen atau menjadi resisten obat.

Salah satu penyakit tersebut adalah brucellosis, juga dikenal sebagai penyakit Bang atau demam Mediterania, yang merupakan penyakit zoonosis yang sangat menular melalui susu yang tidak steril atau memakan daging dari hewan yang terinfeksi.

Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 8 ternak di negara-negara miskin sudah terkena brucellosis. Selain mengancam orang dengan penyakit, penyakit ini juga mengurangi susu dan produksi daging pada sapi sekitar 8 persen.

Studi ini juga melihat epidemi zoonosis, yang biasanya terjadi sebagai wabah seperti anthrax dan demam Rift Valley, serta zoonosis yang muncul relatif langka seperti flu burung. Beberapa di antaranya, seperti HIV/ IDS dan H1N1 flu babi, telah menunjukkan kemampuan untuk menyebar menyebabkan pandemi.

Sementara zoonosis dapat ditularkan ke orang dari hewan liar atau peliharaan, kebanyakan infeksi manusia diperoleh dari 24 miliar hewan ternak di dunia, termasuk babi, unggas, sapi, kambing, domba dan unta.


(mer/ir)
Bersumber dari : Merry Wahyuningsih - detikHealth

Jumat, 06 Juli 2012

Medan, Surga Kuliner


Ketika minggu yang lalu kami berada di Medan untuk pengambilan gambar “Wisata Kuliner” TransTV, saya tertawa ketika mengetahui Camelia, produser program ini, ternyata sudah menyiapkan program pribadi selama di Medan. Dalam kategori wajib termasuk sarapan soto udang di Jalan Kesawan, makan siang di RM “Jemadi”, dan nongkrong di Merdeka Walk. Dalam kategori harus, daftarnya semakin panjang.

Medan, tak pelak lagi, memang surga kuliner. Pengakuan ini tidak saja diberikan oleh warga Indonesia, melainkan juga di luar negeri. Orang-orang Penang (Malaysia) dan Singapura banyak yang mengaku suka makanan Medan. Sebaliknya, seolah-olah memang harus terjadi imbal-balik (reciprocity), orang Medan pun menyukai makanan Penang dan Singapura.

Menjelang akhir tahun lalu, saya diundang menjadi juri lomba penulisan review kuliner di sebuah tabloid populer Medan, Aplaus. Kesan saya setelah membaca tulisan-tulisan peserta lomba, orang-orang Medan sendiri ternyata tidak cukup memiliki pengetahuan yang lengkap dan menyeluruh tentang kekayaan kuliner yang menjadi kekuatan daya tarik pariwisata Medan.

Medan memiliki keunikan lebih – antara lain – karena adanya pemengaruhan dari kultur kuliner India dan Tionghoa terhadap kuliner Melayu yang kaya dan unik. Sayangnya, sama dengan masakan Betawi yang kian terpinggirkan di Jakarta, masakan Melayu pun agaknya kurang mendapat platform yang pantas dan terhormat di Medan.

Untungnya ada RM “Serai Wangi” yang menyajikan masakan Melayu setiap hari. Masakan khas Melayu-Deli yang perlu dicicipi adalah bubur pedas yang dibuat dari sekurang-kurangnya 44 macam bahan dan bumbu. Juga anyang – masakan seperti urap di Jawa. Sayurnya jantung pisang, pakis, dan tauge. Sambal serainya sangat gurih, karena diisi udang basah dan udang kering, dengan kelapa bakar yang ditumbuk. Anyang kesukaan saya adalah yang dicampur dengan ikan pari bakar. Heavenly!

Jangan lupa memesan sambal janmuk (janda mengamuk), yaitu sambal terasi yang ditumis dengan jengkol, buncis, dan pare. Ada juga sambal raja berangkat (nama lainnya adalah sambal kerak kelapa) yang dibuat dari kelapa panggang kemudian ditumbuk dengan berbagai bumbu, dimakan dengan lalapan. Gulai masam ikan senangin-nya sangat bagus. Terasa berlemak, padahal tanpa santan, dengan tone rasa kincung (kecombrang) yang memesona.

Saya khawatir sudah tidak banyak lagi orang Medan yang kenal kue harum legit yang disebut tepung banda. Dessert yang memukau ini juga sering disebut bolu kamboja. Sebuah penamaan yang sebetulnya justru keliru karena kue ini jauh lebih lezat dibanding bolu.

Setiap kali berkunjung ke Medan, hampir tidak pernah saya sarapan di hotel, sekalipun sudah tersedia sarapan gratis yang termasuk dalam tarif sewa kamar. Siapa sih yang mau menukar kelezatan semangkuk Soto Medan dengan scrambled egg with toast sajian default di hotel-hotel?

Sudahlah, kita tidak perlu bergaduh untuk menetapkan mana Soto Medan yang paling juara di kota ini. Tapi, kesukaan saya adalah yang di Jalan Sungai Deli. Kelezatan kuah sotonya dan keempukan dagingnya sangat dipujikan. Tetapi, adalah rempeyek udangnya yang membuat saya memilih tempat ini sebagai favorit. Ada lagi Soto Udang di Jl. Kesawan (A. Yani) yang tidak boleh dilewatkan. Pemiliknya adalah orang Jawa. Soto udangnya dahsyat! Tiada dua!

Tempat sarapan favorit lainnya adalah RM “Tabona”. Dari pagi diantre orang. Jualannya adalah kari ayam dan kari lembu (sapi). Bisa dimakan dengan nasi atau bihun. Jangan coba-coba ke sana kalau tidak mau ketagihan!

Di kawasan Glugur ada kedai yang sangat populer dengan jualan Sop Sumsum khas Langsa. Sopnya encer dan segar – membuat kita merasa kurang bersalah. Padahal, isinya sungguh berlemak! Tulang kaki sapi dengan sumsum di dalamnya. Sumsum sapi lebih mudah menjadi encer ketika dipanaskan, sehingga dapat dihirup dengan sedotan minuman. Sluuuurrrrp!

Di kawasan Titi Bobrok juga ada jualan serupa, tetapi dari kerbau. Selain sop dan sop sumsum, juga tersedia daging kerbau panggang. Wuah, pada jam makan siang yang antre sampai melimpah ke luar warung. Ada juga warung yang buka sore hari dan menjual sop kepala kambing utuh.

RM “Jemadi” di Glugur adalah sebuah rumah makan yang menyajikan masakan Melayu dengan sentuhan Jawa. Hidangan andalannya adalah udang goreng yang besar-besar (udang laut maupun udang galah dari sungai), dan gulai kepala ikan yang lebih soft dibanding gagrak Aceh dan Melayu. Gulai kepala ikannya bernuansa segar karena dibumbui asam glugur dan daun jeruk. Tersedia pula berbagai masakan Jawa dengan citarasa yang otentik.

Jangan lupa bahwa Medan juga merupan kota tempat bermukim banyak sekali orang-orang Tapanuli dengan tradisi kuliner yang tidak kalah dahsyat. Kuliner Tapanuli tersaji dalam dua segregasi utama, yaitu: halal dan non-halal (mengandung babi, dan kadang-kadang juga anjing)

Gagrak masakan Tapanuli Selatan (halal) di Medan diwakili oleh dua rumah makan terkenal, yaitu RM “Padang Sidempuan” dan RM “Nasrul Sibolga” di Jalan Sisingamangaraja. Yang disebut terakhir juga mengkhususkan pada masakan Tapanuli Selatan gaya pesisir. Hidangan khasnya adalah gulai ikan salai (ikan lele asap), pale (pepes) isi teri dan daun singkong, ikan geleng (ikan kembung cabut duri), dan daun ubi tumbuk (sayur daun singkong yang ditumbuk halus, dicampur rimbang). Selain kedua rumah makan itu, banyak lagi rumah makan Tapsel Madina (Tapanuli Selatan Mandailing Natal) yang masing-masing punya andalan khas.

Untuk versi non-halal, pilihannya cukup beragam – termasuk begitu banyak lapo yang menghidangkan BPK (Babi Panggang Karo). Saya terpaksa menampilkan favorit saya, yaitu RM “Siagian” di Jalan Darat. Tetapi, sejak beberapa bulan lalu, ada sebuah rumah makan baru bernama “Onma Tabo” – menyajikan masakan Tapanuli, tetapi pemilik dan jurumasaknya orang keturunan Tionghoa. Saksang ayam-nya mak nyuss!

Berbagai makanan Tionghoa yang saya sukai bukanlah dari kios-kios di sepanjang Jalan Semarang dan Jalan Selat Panjang, melainkan terpencar di berbagai sudut kota. Bihun bebek, misalnya. Saya kenal dua tempat favorit untuk makan bihun bebek. Yang pertama di daerah Kesawan, dikenal dengan nama Bakmi Kumango. Yang lain lagi, Bihun Bebek Asuk, beralamat di Jl. Gandhi. Juga Bakmi “Hock Seng” yang sudah saya tulis dua minggu yang lalu.

Bila malam hari tiba, salah satu tempat favorit untuk mencari makan adalah justru sepanjang Jalan Semarang dan Selat Panjang yang membuat kita srasa berada di Hong Kong atau Singapura. Kalau mau makan ringan, pesan saja tau kua he ci yang juga populer disebut lap choy. Tau kua adalah tahu kuning padat. He ci adalah rempeyek udang. Hidangan ini juga memakai kangkung, tauge, cumi-cumi, dan kepiting, disiram kuah asam manis.

Untuk Kwetiauw Medan yang terkenal, saya justru lebih suka versi halal yang disajikan oleh Akuang di Jalan Pagarruyung. Mengikuti pakem tradisional, kwetiauw (atau disebut juga sebagai mie tiauw) ini dimasak di atas tungku arang agar kering dan tidak lengket. Isinya udang dan bakso ikan dalam porsi yang generous. Char kway teow Penang lewat, dah!

Di “sektor” India, ada satu tempat kecil dan terpencil yang saya sukai untuk makan pagi, yaitu Warung Ibu Manu di Jalan Kangkung. Hidangannya adalah sarapan a la India dengan putumayam, putu, kue mangkok, dan thosai. Untuk makan siang atau makan malam a la India, di Jalan Teuku Cik Ditiro berbaris beberapa rumah makan yang menyediakan masakan autentik India Utara dan Selatan, vegetarian maupun non-vegetarian. Di Jalan Pagarruyung juga berbaris berbagai pedagang makanan India maupun peranakan India.

Spektrum oleh-oleh Medan pun sekarang telah bertambah kaya – tidak lagi terbatas pada Bika Ambon dan Sirup Markisa. Tentu Anda sudah kenal Bolu Gulung Meranti yang selalu diantre orang. Tetapi, bagaimana dengan Risoles Agogo dan lemper ketan hitamnya yang sunggut legit?

Di Medan, makan-makan memang tidak ada matinya. Mengutip kata-kata Jenderal McArthur, terhadap kota ini saya selalu berkata: I shall return!

Bersumber dari : kompas.com by Penulis : Bondan Winarno

Jumat, 29 Juni 2012

Diamond method for facial


In this modern age the skin in Day Spa treatment aren’t using any harm materials of chemicals.  Because there is a new way for skin cell regeneration using diamonds.  This is called microdermabrassion.  This technology usually using the nanotechnology, a microscopic way.  

This Day Spa method is more safe for you because can avoid some dust problems.  This process is more effective than conventional peeling.  Because can substitute the old way which using some crystal.  And that crystals dust can dangerous for your respiratory.  If you inhale those micro dust of crystal maybe can harm your lung.  And this new way by diamonds aren’t dangerous like that old.  

This method also safe for you because aren’t producing some allergies too.  If you want some better goals for your skin you can choose this way.  Rather than you use the conventionsl Day Spa way.


Senin, 25 Juni 2012

Bleng, Bahan Kimia Mirip Boraks Biasa Dipakai untuk Kerupuk


Jakarta - Industri kerupuk banyak memakai bleng. Bahan kimia ini dipakai untuk mengembangkan dan mengenyalkan adonan. Sebenarnya bahan ini tidak boleh digunakan untuk makanan. Apa sebenarnya bleng itu?

Bleng (natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat) adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi. Bentuknya panjang dan berwarna agak kuning. Zat ini adalah bentuk tidak murni dari asam borat, sementara bentuk murninya banyak dikenal dengan nama boraks. Di Indonesia, bleng sudah diproduksi sejak tahun 1700 dalam bentuk air bleng. Cairan ini biasanya dihasilkan dari ladang garam atau kawah lumpur.

Penggunaan bleng dalam makanan bertujuan untuk memberikan aroma dan rasa khas di samping mengenyalkan dan membuat adonan mengembang. Tekstur dan rupa makanan menjadi bagus. Bleng membuat kerupuk gendar/karak/puli mekar saat digoreng dan terasa renyah. Zat ini juga berperan sebagai pengawet dan pengeras mie, lontong, ketupat, bakso, kecap, cenil, lupis, dan sosis.

Boraks atau bleng hanya diperbolehkan dalam makanan dengan batas maksimal 1 gram per 1 kilogram atau 1:1000. Zat ini akan menumpuk dalam tubuh seiring seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung boraks atau bleng. Dosis berlebihan akan menyebabkan demam, kerusakan ginjal, hingga kematian.

Bagaimana cara mengenali makanan yang mengandung bleng/boraks? Menurut Matoa.org, inilah ciri-cirinya:

- Kerupuk: renyah dan terasa getir
- Bakso: sangat kenyal, warna cenderung putih, tidak cokelat seperti warna daging
- Mie basah: kenyal, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak mudah putus
- Lontong: sangat kenyal, terasa tajam, sangat gurih, terasa getir

Sebenarnya ada pengganti bleng/boraks yang aman dipakai dan memberikan efek sama. Air abu yang berasal dari pembakaran merang (tangkai bulir pagi) dan klaras (daun pisang kering) dapat digunakan sebagai pengenyal dan pengawet alami.

Bahan lainnya yang juga aman adalah air kapur sirih dan sodium tripolyphosphate (STPP atau E451). Penggunaan STPP memiliki beberapa kelebihan dibanding bleng. Selain aman dikonsumsi, harganya pun lebih murah. Hanya butuh sedikit STPP untuk membuat adonan mengembang dan kenyal agar makanan lebih renyah dan enak

(fit/odi)

Bersumber dari : Fitria Rahmadianti - detikFood

Sabtu, 16 Juni 2012


Jakarta - Si mungil cupcake banyak disukai orang, termasuk para selebritis Hollywood. Pilihan mereka jatuh pada Sprinkles Cupcakes. Inilah salah satu cupcake bakery yang bikin demam cupcake mewabah di Amerika. Sstt... Pemiliknya dibesarkan di Indonesia lho!

Sprinkles Cupcakes adalah buah ide Candace Nelson (38), wanita Amerika yang dibesarkan di Indonesia. Waktu itu, ia kangen dengan dessert dari kampung halamannya. Namun, brownies, cookies, dan cupcakes masih sulit ditemui di sini. Akhirnya, Candace memanggang kue sendiri untuk menuntaskan kerinduannya.

“Masakan Indonesia lezat dan pedas, namun dessert tak begitu terkenal di negara ini. Jadilah saya bikin sendiri!” kata Candace seperti dikutip dari Behind The Burner. Wanita ini memang menuruni bakat membuat dessert dari neneknya yang keturunan Perancis-Amerika.

Hasratnya di bidang kuliner membuat Candace meninggalkan pekerjaannya sebagai investment banker. Ia pun mendaftar di sekolah pastry. Pada tahun 2002, Candace dan suaminya, Charles Nelson (43) mencoba cupcake di Magnolia Bakery. Dari sinilah ide membuat bakery khusus cupcake muncul.

“Inilah saatnya cupcake berhenti jadi bayang-bayang cake,” ujar Candace kepada USA Today. Mereka bertekad membuat cupcake yang lebih baik dari yang ada sekarang. Akhirnya, pasangan suami-isteri ini mendirikan gerai pertama Sprinkles di Little Santa Monica Boulevard, Beverly Hills, California, pada 13 April 2005.

Sambutannya luar biasa. Di hari pertama, cupcake ludes dalam waktu 3 jam saja. Sebanyak 2,000 cupcake pun berhasil terjual di minggu pertama. Padahal, waktu itu Amerika sedang dilanda tren diet rendah karbohidrat. Sejak saat itu, usaha cupcake bakery ini semakin berkembang. Wabah cupcake pun menyebar di Amerika Serikat.

Cupcake klasik Amerika diberi sentuhan mutakhir oleh Candace. Sprinkles hanya menggunakan bahan-bahan terbaik seperti Nielsen-Massey Madagascar Bourbon vanilla, Callebaut chocolate asal Belgia, dan meises cokelat dari Perancis. Cupcakenya dipanggang setiap hari dan bebas dari pengawet, lemak trans, maupun perasa buatan.

Ada 26 rasa yang tersedia di sini, termasuk cupcake vegan, gluten free, bahkan doggie cupcake untuk anjing! Namun, tidak semua rasa tersedia setiap hari. Dekorasinya bisa disesuaikan dengan keinginan. Per buahnya dihargai Rp 32,000, sedangkan selusin Rp 358,000.

Sprinkles mendapat tempat di hati para selebriti Hollywood. Barbra Streisand adalah salah satu pelanggan pertamanya. Penyanyi dan aktris kawakan inilah yang memperkenalkan Sprinkles kepada Oprah Winfrey.

Delapan bulan setelah Sprinkles berdiri, Candace dan Charles diminta mengirimkan 300 cupcake untuk dibagikan ke penonton acara 'Breakfast with Oprah' esok paginya. Setelah dipromosikan di acara tersebut, penjualan di gerai Beverly Hills naik 50% menjadi 1,500 cupcake per hari.

Sebagian keuntungan diberikan ke lembaga pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan lingkungan. Cupcake yang tak habis disumbangkan kepada Food Bank untuk disalurkan ke orang-orang tak mampu.

Selain Barbra dan Oprah, selebriti kelas atas yang juga menggemari Sprinkles adalah pasangan Tom Cruise-Katie Holmes, Blake Lively, Russel Crowe, Tyra Banks, Paris Hilton, Ryan Seacrest, Jake Gyllenhaal, dan Serena Williams. Bahkan, cupcake populer ini juga sering disajikan pada pesta Oscar. Tak heran jika Sprinkles disebut-sebut sebagai salah satu brand cupcake terbaik di Amerika.

Candace dan Charles terus berinovasi dengan produknya. Tak hanya berjualan di toko, Sprinkles juga dijajakan di mobil van atau biasa disebut SprinklesMobile. Bahkan, mereka membuat ATM cupcake pertama di dunia. Layaknya ATM yang buka 24 jam, pelanggan dapat memilih cupcake yang diinginkan lewat layar sentuh dan membayarnya dengan kartu kredit.

Untuk menjaring lebih banyak pelanggan setia, Sprinkles membuat aplikasi iPhone dan website untuk mendownload screensaver, ringtone, aplikasi mobile, wallpaper, atau bermain game. Ada pula kaus berlogo Sprinkle bagi fans fanatik brand cupcake ini.

Kini, gerai Sprinkles telah tersebar di seluruh Amerika. Perusahaan cupcake ini juga berencana membuka cabang di London, Paris, dan Tokyo. Selain dijual langsung, cupcake Sprinkles juga dipasarkan di Williams-Sonoma Amerika dan Kanada.

(fit/odi)

Bersumber dari : Fitria Rahmadianti - detikFood

Selasa, 05 Juni 2012

Day Spa Business

Business world is growing every day. Many people choose to start their own business and become their own boss. It is also possible for them to get bigger earning by having a business. There are many kinds of business that people can choose. They can choose the kind of business that suitable with their skills, interest and personal liking. One of the profitable businesses that can be chose is day spa business. It is profitable because many people love to have spa treatment regularly. Going to the spa not only becomes their need, but also part of their lifestyle.

Building a business is not easy, include the day spa business. There are many things that people should manage in order to create a good quality of spa. First, they should make a business plan and do the market research. Those two things are necessary, so they can know the steps that they have to take for creating a successful spa. Second, they should determine the area where they are going to open their business. It is important for them to make sure that they choose the right place, so they can get a lot of clients and bigger profits. Third, they should choose the kind of spa treatment that available in their day spa. They must consider about the characteristics and benefits of each spa treatment before they make the decision.

Those are only some of the steps that people must do when they want to have a day spa business. There are still many other factors that they should concern about, like the spa license, name, design, equipment, and many others. Of course the budget is the number one thing that people should think about before starting their business. Spa business has a great future, because there are more people get interested on using the spa service.